SEMESTA AETHYRIS

Kal Q Fawzie
Chapter #9

Nama yang Terhapus Sejarah

"Untuk kebutuhan personel di wilayah Timur saja, kami sudah sangat kekurangan tenaga. Wabah ini menyebar dengan cepat. Berdasarkan data yang baru saja masuk ke mejaku pagi ini, jumlah korban sudah mencapai 144 orang."


Kael, yang sejak tadi menyimak dengan tenang, mendadak tertegun. Ia meremas pinggiran meja hingga buku-buku jarinya memutih. 144 orang.


Jumlah itu meningkat sangat pesat dibandingkan laporan terakhir yang ia dengar dari Rhea tadi malam.


Armand Crestwell mengangguk pelan, seolah sudah menduga respons mereka. "Tujuan utama kalian bukan sekadar observasi. Kalian ditugaskan untuk menyusup jauh ke wilayah barat pulau, Dustland."


Nora Voss, yang duduk sedikit menjauh, mengembuskan napas panjang dan berat. Bahunya merosot sesaat.


"Ada masalah, Nona Nora?" tanya Armand tajam, matanya menatap Nora dengan intens.


Nora mengangkat pandangannya, wajahnya datar namun sorot matanya gelisah. "Ini perjalanan pertamaku ke Dustland. Aku belum pernah memetakan wilayah gurun.”


Armand hanya menanggapi dengan anggukan singkat sebelum memberi isyarat kepada pria di sebelahnya. "Joren, jelaskan temuanmu."


Joren Holden, sang sejarawan, membuka sebuah buku tua dengan sampul kulit yang sudah retak di beberapa bagian. Ia membolak-balik halaman kertas yang menguning hingga berhenti pada satu bagian.


"Saya tidak menemukan asal-usul wabah ini secara medis, tapi setelah saya menelusuri arsip, ada catatan serupa dari peristiwa 132 tahun yang lalu. Semuanya mengarah ke Dustland." Matanya terpaku pada catatan di buku di hadapannya.


"Hanya ada satu nama yang tertulis hingga tiga kali di arsip ini.” Ia menunjuk sebuah tulisan yang tampak memudar di halaman tersebut.


“Bharez Darian.”


“Tidak ada keterangan lebih lanjut, tidak ada koordinat, tidak ada konteks kejadian.”

Lihat selengkapnya