SEMESTA AETHYRIS

Kal Q Fawzie
Chapter #10

Berandalan Dustland dari Barat

Di tengah padang tandus Dustland, di bawah matahari merah yang tampak seperti bara raksasa, lapangan Istana Merah sudah sesak oleh ribuan warga.


Musik tabuh khas Dustland, pukulan logam berkarat, drum kulit gurun, dan seruling yang terdengar sumbang menggema tak beraturan di udara.


Suasana disana terasa seperti sebuah festival besar yang tidak pernah direncanakan.


Tiba-tiba, pagar kayu di sisi istana terbuka lebar. Sosok itu muncul. Bukan dari balkon raja, bukan pula dari podium batu—melainkan dari pintu tanah paling bawah, tempat di mana para pekerja kastil biasanya lewat.


Rajah Varun Dharava.


Ia muncul tanpa pengawal, tanpa mahkota, hanya jubah merah kusut dan rambut yang terurai liar seperti singa padang pasir. Gelas kayu penuh minuman keras masih tergenggam erat di tangannya.


Di wajahnya, terukir sebuah senyum lebar yang berbahaya. Begitu rakyat melihat sang rajah turun langsung ke tengah-tengah mereka, lapangan seketika meledak menjadi sorakan liar.


"RAJAH TURUN! RAJAH TURUN!"


"GILA! DIA GILA!"


"HIDUP VARUN!"


Sebagian mengagumi, sebagian mencaci, sebagian lagi hanya mabuk mengikuti arus, tetapi Varun tidak peduli.


Ia melompat dari undakan terakhir langsung ke tanah berdebu, lalu berjalan membelah kerumunan rakyat seperti seorang sahabat lama yang baru kembali dari perjalanan panjang.

Lihat selengkapnya