SEMESTA AETHYRIS

Kal Q Fawzie
Chapter #21

Satu Kamar

Seorang nenek renta muncul dari balik tirai kain lusuh. Punggungnya bungkuk, rambutnya memutih dan hanya diikat seadanya. Matanya keruh, namun sorot tatapannya tetap tajam. Ia menatap Kael dan Nora sekilas, lalu mengalihkan pandangan sepenuhnya pada Shaell.


"Abu," sapa Shaell santai, seolah sedang bertemu dengan kerabat lama.


Nenek itu mendengus kecil. "Kau memang tidak pernah berubah, Shaell."


Shaell melangkah mendekat dan berbicara dengan nada pelan namun terdengar tegas. "Kurung mereka di sini selama empat hari. Jangan biarkan keluar. Mandikan mereka dengan air Sungai Varun. Bau asing di tubuh mereka harus benar-benar hilang."


Nenek Abu terkekeh pelan, suara tawanya terdengar serak. "Selalu saja kau membawa orang asing ke tempatku. Kau tahu sendiri orang luar bisa menjadi sangat berbahaya jika berkeliaran di Dustland."


"Mereka orang baik," jawab Shaell cepat.


"Ini hanya untuk sementara waktu." Ia mengedipkan sebelah matanya ke arah Abu.


Nenek Abu menatap pemuda itu dalam-dalam, sebelum akhirnya menghela napas panjang. "Kau berutang besar padaku lagi, Shaell."


Shaell pun berbalik ke arah Kael dengan senyuman puas di wajah berandalnya. "Lihat? Mudah, kan?" Ia langsung mengulurkan telapak tangannya ke depan. "Empat puluh dust."


Lihat selengkapnya