SEMESTA AETHYRIS

Kal Q Fawzie
Chapter #24

Dua Jalan

Kedua alis Kael seketika terangkat tinggi. Sorot matanya melebar sedikit karena terkejut.


"...Enak," gumam Kael lirih tanpa sadar.

Nora menoleh ke arah rekan prianya itu dengan tatapan penuh kecurigaan. "Kau pasti sedang bercanda atau kehilangan selera humormu, Kael."


Kael menggelengkan kepalanya dengan pelan dan serius. "Aku serius, Nora. Makanan ini... rasanya benar-benar enak."

Dengan ekspresi wajah yang masih dipenuhi oleh rasa ketidakpercayaan yang besar.


Nora akhirnya memberanikan diri untuk mencoba satu suapan kecil ke dalam mulutnya, sangat kecil. Beberapa detik berlalu dalam keheningan saat lidahnya mulai mengecap rasa makanan tersebut. Dan dalam sekejap, ekspresi kaku di wajah wanita itu langsung berubah drastis.


"...Ini benar-benar terasa enak."


Nenek Abu seketika meledak dalam tawa yang keras dan lepas. Wajah tuanya memancarkan rasa kepuasan yang besar, layaknya seorang petaruh kawakan yang baru saja memenangkan sebuah taruhan lama yang mustahil.


"Orang-orang di Dustland tidak pernah perduli dengan bagaimana tampilan luar dari sesuatu," kata sang nenek sambil tersenyum lebar. "Bagi kami, yang paling penting adalah kualitas rasa dan bagaimana perutmu bisa kenyang untuk bertahan hidup."

Tanpa mereka sadari, ketegangan dan kecanggungan luar biasa yang melanda Kael dan Nora sejak pagi tadi perlahan-lahan mulai larut dan menguap begitu saja. Perasaan itu kini digantikan oleh rasa hangat yang sederhana.


Di sudut kota Dustland di sebuah rumah sakit pusat kota, bau antiseptik yang pekat bercampur dengan aroma anyir darah tua langsung menyengat hidung begitu Rian Falken dan Frayden membaringkan diri di bangsal Rumah Sakit Pusat Dustland.


Suasananya begitu kumuh, dinding-dindingnya mengelupas dengan noda kecokelatan, lantai batunya kusam dan lembap, serta pencahayaan hanya bergantung pada beberapa lampu gantung temaram yang berdengung pelan.


Meskipun para pasien di sini tampak dirawat dengan cukup baik—diberi selimut tebal dan obat pereda nyeri, alat-alat medis yang digunakan sangatlah sederhana, sebagian besar terbuat dari besi berkarat manual dan kaca buram yang jauh dari standar.


Lihat selengkapnya