Kael menatap wajah Nora dengan sorot mata yang mendadak berubah, "Aku ingat satu petunjuk penting yang terlewat," kata Kael tegas. "Shaell. Di kantong kain kumal yang terpasang di pinggangnya... terdapat tulisan kasar berbunyi Darian."
Nora terdiam selama beberapa detik, mencoba mencerna informasi baru tersebut di dalam kepalanya. "Kau yakin, Kael?"
"Tidak seratus persen," jawab Kael tanpa beralibi. "Tapi sejauh kita melangkah di tempat ini, petunjuk itu adalah satu-satunya petunjuk yang belum pernah kita kejar sama sekali." Ia melangkah maju mendekati posisi Nora, berhenti tepat pada jarak aman yang disepakati.
Nora menarik napasnya dalam-dalam, lalu mengembuskannya secara perlahan ke udara. "Bagaimana jika petunjuk dari preman jalanan itu ternyata berujung buntu juga?"
Kael menatap lurus ke arah luar jendela dengan pandangan dingin. "Kalau pilihan ini ternyata berakhir buntu juga... itu artinya memang hanya sejauh ini informasi yang diizinkan oleh tanah Dustland untuk kita ketahui."
Kael mengulurkan telapak tangannya sedikit ke depan, memberi isyarat untuk segera bergerak. "Sepertinya, ini adalah satu-satunya petunjuk yang layak untuk kita pertaruhkan sekarang."