Nora langsung melangkah maju satu langkah ke depan dengan wajah yang memerah padam. Namun, sebelum wanita itu sempat menarik belatinya, Kael dengan sigap segera menahan pergelangan lengannya, memberikan sebuah isyarat agar Nora tetap menjaga ketenangannya.
"Baik," kata Kael akhirnya menerima tantangan tersebut.
Kerumunan massa seketika meledak dalam kegembiraan liar. Orang-orang langsung bergerak membuka jalan lebar menuju ke arah pusat arena lingkaran.
Beberapa orang pengunjung tampak menepuk-nepuk pundak Kael dengan keras saat ia berjalan maju, entah dimaksudkan sebagai sebuah bentuk dukungan moral atau murni sebuah ejekan.
Kini, Kael Harrow dan Shaell sudah berdiri berhadapan tepat di tengah arena lingkaran tanah.
Shaell meneguk sisa tetesan alkohol terakhir dari botolnya, melempar botol kosong tersebut ke arah belakang hingga hancur berkeping-keping, lalu melepaskan suara tawa yang keras, sebuah tawa lepas yang terdengar nyaris menyerupai suara orang yang sedang kerasukan roh liar gurun.
Kael mulai mengatur napasnya dengan teratur. Matanya tampak luar biasa tajam dan fokus memantau pergerakan lawan.
Suara gemuruh sorakan para penonton perlahan-lahan mulai meredup dari pendengaran Kael.
Yang tersisa di dalam ruang fokusnya saat ini hanyalah batas arena, sosok lawan di depannya, dan satu-satunya petunjuk yang mungkin akan membawa pada tujuan misinya.