"Kantong kain ini adalah barang titipan," Ucap shaell pada akhirnya. "Aku mendapatkannya dari seorang kakek tua misterius di jalanan. Kejadiannya sudah beberapa tahun yang lalu."
Kael dan Nora saling bertukar pandangan singkat sejenak, sebelum akhirnya kembali memfokuskan perhatian mereka pada penuturan Shaell.
"Kakek tua itu... benar-benar sosok yang sangat aneh," lanjut Shaell. "Gurat wajahnya dipenuhi oleh garis usia yang legam, dan ada sebuah bekas luka sayatan panjang yang melintang di pipinya.
Ia selalu berjalan dengan bertumpu pada sebuah tongkat kayu, dan di bagian ujung bawah tongkat tersebut sengaja digantungkan tiga buah kaleng kosong.”
Dia berhenti sejenak ”Jadi, kalau dia melangkah berjalan, selalu memunculkan bunyi gemerincing yang bising. Kau bahkan bisa mengenali kehadirannya dari jarak jauh sebelum matamu sempat melihat wujudnya."
Shaell tersenyum miring, menatap gelas kosongnya. "Penampilannya jauh lebih mirip gembel jalanan daripada manusia biasa. persis seperti kebanyakan orang tua pengelana lainnya yang hidup di Dustland."
Ia menghentikan kalimatnya sejenak, lalu kembali melanjutkan, "Kami berdua bertemu dalam sebuah kejadian jalanan yang bahkan aku sendiri sudah lupa kejadiannya. Tepat sebelum kakek itu menghilang, dia menitipkan kantong kain ini ke tanganku.”
“Katanya, suatu hari nanti aku sendiri yang akan berjalan mencarinya... dan saat momen itu tiba, aku harus mengembalikan kantong ini langsung ke tangannya." Ucap Shaell dengan tatapan mendalam, mencoba mengingat.
"Dia sama sekali tidak menjelaskan apa pun lagi kepadamu?" tanya Kael menyelidik.
Shaell menggelengkan kepalanya pasti. "Hanya sebatas itu."