Kael mendongakkan kepalanya ke atas. Langit malam yang biasanya berwarna kusam kini tampak merona merah membara akibat pantulan kobaran api.
Suara terompet bergema dari pusat kota, sebuah pertanda bahaya.
Di depan jalurnya, sebuah kompleks bangunan batu besar yang tak lain adalah penjara bawah tanah Dustland, saat ini tengah terbakar hebat sambil memuntahkan gumpalan asap hitam pekat dan rentetan teriakan manusia ke udara bebas.
Kekacauan hebat sedang terjadi di jantung kota. Dan entah disengaja atau tidak, arah pelarian kakek misterius bertopi hijau itu telah berhasil menuntun langkah Kael tepat menuju ke titik pusat dari badai tersebut.
Di tengah hiruk-pikuk kerumunan manusia yang berlarian menyelamatkan diri Kael sempat kehilangan fokusnya selama sesaat.
Dan ketika ia kembali mencoba melempar pandanganya ke arah depan, sosok kakek tua bertopi hijau itu sudah menghilang sepenuhnya dari pandangnya.
Jejaknya lenyap ditelan lautan manusia dan kepulan asap yang menyelimuti jalanan Dustland.