SEMESTA AETHYRIS

Kal Q Fawzie
Chapter #43

Sesuatu yang mengintai

Suasana malam di tengah hutan Dustland terasa sangat berbeda jauh jika dibandingkan dengan kegaduhan di distrik kota.


Di tempat ini, hawa udara dingin berembus membawa aroma humus basah serta pekatnya getah pohon purba yang menyengat indra penciuman. Jalur ini terasa sepi, hanya menyisakan gema suara gesekan dedaunan yang tertiup angin malam serta bunyi derak ranting kering yang sesekali patah terinjak kaki.


Frayden berjalan di depan, postur tubuhnya yang besar dan tegap bertindak membuka jalur di antara rimbunnya semak belukar, sementara Kael mengekor tepat di bagian belakang dengan sepasang mata yang terus bergerak aktif menyapu area sekitar.


Demi mengusir ketegangan dan rasa sepi di tengah hutan, keduanya mulai membuka obrolan dengan nada suara setengah berbisik, saling menceritakan petualangan aneh mereka masing-masing sejak terpisah kemarin hari.


Di tengah kegelapan hutan gersang itu, kedua pria tersebut melepaskan tawa pelan yang tertahan. Sebuah tawa yang meratapi betapa aneh, liar, dan tidak masuk akalnya hukum alam di tanah Dustland.


Namun, perlahan-lahan guratan tawa di wajah Frayden mulai mereda. Pria bertubuh kekar itu membetulkan posisinya, membuat raut wajahnya kembali dinaungi oleh bayang-bayang keseriusan yang pekat.


"Sebenarnya, Kael..." Frayden kembali membuka suara, nada bicaranya terdengar jauh lebih rendah dan dalam dari sebelumnya. "Niatku mengajukan diri berkali-kali ke hadapan Komite untuk misi ini… bukan hanya karena menunaikan tugas belaka."


Kael tetap mendengarkan dalam diam sambil terus menjaga langkah kakinya di belakang.

Lihat selengkapnya