Semesta Kelana menyempit menjadi jeritan air yang pekat. Hujan badai mengubah setiap selokan menjadi monster yang meluap, memutus jarak pandang, dan menggeser besi penutup saluran pembuangan yang tertanam di tengah jalan depan rumahnya.
Semua terjadi dalam hitungan detik. Kaki kecilnya berlari menerobos banjir, bergegas maju ke tengah jalanan. Ia menjulurkan tangan dengan panik ke arah pusaran air untuk menggapai sesuatu yang terlanjur terbawa derasnya arus.
Lubang maut yang tersembunyi di balik keruhnya air, seketika menelan tubuh mungilnya bulat-bulat dan menyeret masuk ke dalam kegelapan yang pekat.