Semesta Kelana

Mashan
Chapter #5

KENI

Tak sampai tiga detik, sebuah bayangan hitam putih melesat turun dari atas genteng rumah Pak Gunawan secepat kilat. Hantamannya pada penutup seng bak sampah memicu bunyi debum yang cukup gaduh, hingga mungkin membuat penghuni sekitar mengira itu suara ranting pohon yang jatuh. Salah satu agen De Kucingos itu mendarat mulus, menyisakan sedikit penyok pada seng yang dipijaknya.

Keni, seekor kucing jantan dengan dominan warna putih itu turun. Ia meregangkan kaki belakangnya yang ramping dan berotot, lalu berjalan santai ke arah Garong. Penampilannya cukup eksentrik dan mencolok dengan sepasang mata bulatnya yang dibingkai corak bulu hitam legam. 

Corak hitam itu melingkar sempurna bak topeng superhero, dipadukan dengan sejumput bulu hitam di dahi yang memotong lurus mirip poni manusia. Di bagian punggung dan pangkal ekornya, terdapat bercak hitam besar yang kontras, seakan mempertegas karakternya sebagai agen rahasia bertopeng.

“Siap, komandan! Tugas apa hari ini? Ngusir tikus got? Ngintipin kurir paket? Atau nyakar ban mobil Pak Joko?" cerocos Keni tanpa titik koma. Hanya kucing bertopeng itu yang memanggil Garong layaknya komandan perang. Ia terbiasa mendengar pemiliknya, yang bertugas di pos keamanan kompleks, menyebut kalimat “Siap, komandan!” setiap kali menerima telepon dari atasannya.

"Bukan semuanya," potong Garong tegas, menghentikan celetukan konyol Keni.

"Yin dan Yang, kucing pendatang baru punya Ibu Dewi hilang. Mereka sepertinya kabur ke arah rumah Pak RT, tapi anehnya aku enggak lihat mereka lewat sini. Aku butuh bantuanmu untuk nyari mereka." perintah Garong.

"Siap, laksanakan, komandan!” Keni berputar di tempat, lalu dengan satu hentakan kaki belakangnya yang luar biasa kuat, ia melesat ke atas, meniti sudut pertemuan di mana tembok pagar rumah Pak Gunawan dan pagar besi Pak RT saling berhimpitan.

 Tubuhnya meliuk lentur, memotong tepat di celah sempit tajamnya jeruji pagar Pak RT. Gerakannya seringan kapas, lolos dari rintangan ekstrem itu tanpa menggores sehelai pun bulu di tubuhnya. Keni adalah agen pengintai berbadan paling elastis yang dimiliki oleh geng De Kucingos.

Garong memperhatikan gerakan kilat Keni, lalu berjalan mengikutinya dan berhenti di batas halaman rumah Pak RT. Ia membiarkan kumisnya yang panjang sebelah menangkap arus udara yang terjepit di antara kerapatan rumpun Bunga Kenikir yang tumbuh subur di sana. 

Bagi Garong, untaian bulu di pipinya itu bukan sekadar hiasan wajah semata, melainkan jangkar spasialnya. Setiap kali ujung kumisnya bergesekan dengan batang bunga Kenikir, otaknya langsung memetakan labirin rintangan di depannya dengan presisi, memandu tubuh kekarnya melesat maju tanpa perlu memicingkan mata.

Garong menajamkan pendengarannya saat suara Keni terdengar dari atas Pohon Mangga milik Pak RT yang letaknya bersebelahan dengan kebun kosong.

“Komandan, saya mendengar suara tangisan anak kucing!" seru Keni dari ketinggian. Ia menyusuri ranting pohon untuk memastikan pendengarannya. 

"Tapi sepertinya mereka terjebak di dalam lubang yang ada di kebun kosong!” ucap Keni yang dengan secepat kilat turun menghampiri Garong di depan pagar Pak RT.

Penciuman Garong langsung menuntunnya berpindah ke arah kebun kosong. Ia mulai memilah atmosfer. Udara di lahan kosong yang dipenuhi tumbuhan liar itu terasa berlapis-lapis. Ada bau asam dari pembusukan buah rambutan ranum yang jatuh, bau karat besi yang teroksidasi air hujan di kawat berduri, dan aroma khas dari batang-batang ilalang yang patah akibat diterjang hujan badai. 

Lihat selengkapnya