Semut-Semut di Kepala Ibu

Oleh: Lilith

Blurb

Namun, kedamaian itu tak berlangsung lama, karena kemudian Ibu histeris lagi. Kali ini disertai tangis panjang. Juga racauan. Ibu menangis sambil menunjuk-nunjuk halaman depan. Katanya, pasukan semut akan mengambil-alih hak milik rumah kami dan menjadikan penghuninya sebagai tawanan.
"Amankan sertifikat, cepaat. . . !"
Ibu lupa bahkan kami belum menerima sertifikat itu karena aku membeli rumah ini dengan cara kredit. Benda itu masih tertahan di sebuah brankas di bank.
"Kalau begitu sembunyikan makanan dan segala yang manis-manis!"
Tentu saja aku hanya berpura-pura mau melakukan perintah Ibu dengan syarat ia mau bersembunyi di kamar dan menelan bubur labu yang sudah kutaburi obat penenang.

Lihat selengkapnya