Keheningan yang dingin dan menyakitkan di antara Arjun dan Aisha tidak berlangsung lama. Malam itu, tidur mereka gelisah, dipenuhi penyesalan atas kata-kata yang terucap. Pagi harinya, saat matahari mulai menyingsing, sebuah keputusan diam-diam terbentuk di hati mereka masing-masing.
Arjun terbangun lebih dulu. Ia menatap punggung Aisha yang membelakanginya. Kata-katanya semalam, yang terucap dari keputusasaan, terasa seperti racun. Ia tahu, Aisha pasti sangat terluka. Ia tidak bisa membiarkan keraguan dan kesulitan finansial menghancurkan semua yang telah mereka perjuangkan.
Ia beringsut mendekat, memeluk Aisha dari belakang. "Aisha," bisiknya lembut.
Aisha menggeliat, namun tidak menepis pelukan Arjun.
"Maafkan aku," Arjun berbisik lagi. “Semalam aku bicara omong kosong. Aku hanya ... sangat lelah dan putus asa. Tapi aku tidak bermaksud mengatakan itu. Aku tidak menyesal sedikit pun atas semua yang sudah kita korbankan. Dan aku tidak akan pernah menyerah pada kita.”
Aisha berbalik, menatap mata Arjun yang memancarkan kejujuran. Air matanya kembali menetes. “Aku juga, Arjun. Maafkan aku juga. Aku juga putus asa semalam. Tapi aku tidak bisa membayangkan hidup tanpa kamu.”
Mereka berpelukan erat, menyalurkan kehangatan dan kekuatan satu sama lain. Titik terendah itu telah mereka lalui, dan kini, justru dari keputusasaan itu, sebuah tekad baru lahir. Mereka harus bangkit.
"Apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Aisha, suaranya lebih mantap.
"Kita akan cari pekerjaan. Apapun itu, Aisha," kata Arjun. “Kita tidak akan menyerah. Aku akan mencari pekerjaan sampingan lain selain fotografi. Kamu juga. Kita akan bertahan.”
Dan mereka melakukannya. Arjun mulai mengambil proyek-proyek fotografi kecil yang dibayar tunai, bahkan menerima tawaran untuk memotret acara ulang tahun anak-anak atau produk UMKM dengan harga murah. Ia juga mencoba melamar pekerjaan sebagai asisten di studio foto, atau bahkan menjadi barista paruh waktu. Aisha, di sisi lain, mulai menawarkan jasa penulisan konten lepas secara daring dan membantu mengelola media sosial untuk UMKM kecil. Penghasilan mereka memang tidak besar, namun setidaknya cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan membayar sewa indekos.