Senja di balik rindu

nantooo
Chapter #3

Benih - Benih Perasaan#3

Sejak pertemuan kopi sore itu, Anya dan Arya mulai sering bertemu. Awalnya hanya di kedai kopi seberang toko buku, lalu berlanjut dengan makan siang bersama, atau sekadar mengobrol santai di taman dekat toko setelah jam kerja Anya berakhir. Anya mengetahui bahwa Arya adalah seorang arsitek muda yang baru saja pindah ke Jakarta untuk mengejar proyek impiannya. Ia sangat bersemangat dengan pekerjaannya dan memiliki visi yang jelas tentang masa depannya. Arya sendiri menemukan Anya adalah sosok yang ceria, penuh semangat, dan memiliki kecintaan yang mendalam pada buku.

Setiap percakapan dengan Arya terasa menyenangkan bagi Anya. Arya adalah pendengar yang baik, dan ia selalu memberikan tanggapan yang cerdas dan menarik. Anya merasa nyaman berbagi cerita tentang hari-harinya di toko buku, tentang buku-buku yang baru ia baca, atau bahkan tentang impian kecilnya untuk memiliki perpustakaan pribadi suatu hari nanti. Arya juga sering bercerita tentang tantangan dalam pekerjaannya, tentang desain-desain yang ia buat, dan tentang mimpinya untuk membangun bangunan yang tidak hanya indah tetapi juga fungsional dan ramah lingkungan.

Suatu sore, saat mereka sedang duduk di bangku taman, Arya tiba-tiba bertanya, "Anya, apa yang membuatmu betah bekerja di toko buku ini?"

Anya tersenyum. "Entahlah. Mungkin karena bau buku-buku lama, atau karena melihat orang-orang menemukan cerita baru yang mereka sukai. Rasanya... damai." Ia menghela napas. "Dan juga, saya suka membayangkan setiap buku punya ceritanya sendiri, tidak hanya di dalam halamannya, tapi juga bagaimana buku itu sampai ke tangan pembacanya."

Lihat selengkapnya