Senja di balik rindu

nantooo
Chapter #5

Sebuah undangan dan keraguan yang menguat #5


Beberapa minggu berlalu sejak percakapan mereka di taman. Arya semakin sibuk dengan proyek apartemen mewahnya. Waktu mereka untuk bertemu pun menjadi berkurang. Anya merindukan momen-momen santai mereka, obrolan ringan, dan tawa Arya yang selalu menular. Ia mencoba memahami, tentu saja. Arya adalah seorang profesional yang berdedikasi. Namun, kekosongan yang ia rasakan membuat keraguannya semakin menguat.

Suatu malam, saat Anya sedang membaca di kamarnya, ponselnya bergetar. Ada pesan dari Arya.

Arya: Anya, lusa malam ada acara pembukaan proyek baru. Aku ingin sekali kamu datang. Ini acara yang cukup besar, akan ada banyak kolega dan investor.

Jantung Anya berdesir. Undangan. Itu adalah langkah besar bagi Arya untuk mengajaknya ke acara formal semacam itu. Ia seharusnya merasa senang, bahkan bangga. Tapi alih-alih itu, yang muncul justru adalah gelombang kecemasan.

Ia memandang pakaian yang ada di lemarinya. Kemeja-kemeja kasual, beberapa gaun sederhana yang biasa ia pakai untuk acara keluarga. Tidak ada yang terasa cocok untuk 'acara besar' yang disebutkan Arya. Ia membayangkan dirinya berdiri di antara orang-orang penting, dengan pakaian yang terlalu biasa, merasa seperti ikan yang salah kolam.

Lihat selengkapnya