Senja di balik rindu

nantooo
Chapter #6

Sebuah Keputusan Sulit #6

Bab 6

Anya menghabiskan sisa hari itu dengan gelisah. Pikirannya terus berputar pada undangan Arya. Ia mencoba menimbang-nimbang. Di satu sisi, ia ingin sekali mendampingi Arya, menunjukkan dukungannya, dan menjadi bagian dari momen penting dalam karier pria yang ia cintai. Di sisi lain, bayangan tentang gaun yang tidak ia miliki, percakapan yang mungkin terasa asing, dan tatapan-tatapan yang menghakimi, membuatnya gentar.

Ia mencoba menghubungi Rina, sahabatnya, yang kebetulan sedang berada di luar kota. Namun, Rina tidak bisa dihubungi. Anya merasa sendirian dalam menghadapi dilema ini.

Pagi harinya, ia datang ke toko buku dengan mata sedikit bengkak karena kurang tidur. Pak Budi, pemilik toko yang sudah ia anggap seperti ayahnya sendiri, menyadari ada yang tidak beres.

"Kamu baik-baik saja, Anya?" tanya Pak Budi lembut, meletakkan secangkir teh hangat di meja kasir.

Anya menghela napas. "Tidak juga, Pak. Saya sedang bingung." Ia kemudian menceritakan tentang Arya dan undangannya.

Pak Budi mendengarkan dengan sabar, sesekali mengangguk. Setelah Anya selesai bercerita, Pak Budi tersenyum. "Anya, dengarkan Bapak. Dalam hidup ini, akan selalu ada hal-hal yang membuat kita merasa tidak siap, tidak pantas. Tapi kadang, justru di sanalah kita tumbuh."

Lihat selengkapnya