Senja di balik rindu

nantooo
Chapter #10

Persiapan Dan Tantangan Baru

Bab 10: Persiapan dan Tantangan Baru

Kabar pertunangan Anya dan Arya disambut dengan suka cita oleh keluarga dan teman terdekat mereka. Pak Budi, dengan mata berkaca-kaca, memeluk Anya erat, merasa bangga seperti seorang ayah yang menikahkan putrinya. Orang tua Arya pun menerima Anya dengan hangat, terkesan dengan kesederhanaan dan ketulusan Anya yang berbeda dari kebanyakan kenalan Arya sebelumnya.

Persiapan pernikahan pun dimulai. Anya dan Arya memutuskan untuk mengadakan pesta sederhana namun berkesan, yang mencerminkan kepribadian mereka. Anya sibuk memilih desain undangan dan mencari penjahit gaun, sementara Arya membantu dengan urusan tempat dan katering, menggunakan keahliannya dalam perencanaan.

Namun, di tengah kebahagiaan itu, tantangan kecil mulai muncul.

"Bagaimana kalau kita pakai konsep rustic di taman, Arya?" usul Anya suatu sore, menunjukkan beberapa referensi gambar.

Arya mengernyitkan dahi. "Konsepnya bagus, Anya. Tapi aku sudah membayangkan ballroom hotel itu. Lebih efisien dan tidak perlu khawatir soal cuaca."

Anya sedikit kecewa. "Tapi aku ingin suasana yang lebih intim dan alami."

"Kita bisa membuatnya intim di ballroom," jawab Arya, mencoba meyakinkan. "Dan lebih praktis. Ingat tamu yang akan datang juga banyak, terutama dari relasi kerjaku."

Perbedaan pandangan semacam ini mulai sering terjadi. Anya ingin sesuatu yang sederhana dan personal, sementara Arya, dengan naluri perencana dan profesionalismenya, cenderung memikirkan efisiensi, skala, dan kesan bagi para tamu. Hal-hal kecil seperti pilihan musik, menu makanan, hingga daftar tamu, terkadang menjadi bahan diskusi yang cukup alot.

Lihat selengkapnya