Senja di balik rindu

nantooo
Chapter #14

Kabar Gembira


Beberapa bulan berlalu dalam keharmonisan pernikahan Anya dan Arya. Kehidupan mereka berputar di antara kesibukan Arya di kantor arsiteknya dan rutinitas Anya di toko buku. Momen-momen kecil, seperti Arya yang diam-diam meninggalkan secangkir teh hangat di meja kerja Anya sebelum pergi, atau Anya yang menyiapkan bekal makan siang favorit Arya, menjadi perekat kebahagiaan mereka.

Suatu pagi, Anya terbangun dengan perasaan mual yang tidak biasa. Ia mencoba menepisnya, berpikir mungkin hanya masuk angin. Namun, mual itu berlanjut selama beberapa hari berikutnya, diikuti oleh rasa lelah yang luar biasa dan perubahan nafsu makan. Aroma kopi yang dulunya ia sukai kini terasa memualkan, dan ia mendadak sangat ingin makan mangga muda.

Arya menyadari perubahan pada Anya. "Kamu pucat sekali, Anya. Apa kamu sakit?" tanyanya khawatir suatu malam.

Anya menggeleng. "Tidak tahu, Arya. Hanya merasa aneh saja. Mungkin aku butuh istirahat lebih banyak."

Rina, yang kebetulan mampir ke toko buku, juga memperhatikan perubahan pada Anya. "Kamu yakin cuma kecapekan, Anya? Jangan-jangan..." Rina tidak melanjutkan kalimatnya, tapi tatapan matanya mengisyaratkan sesuatu.

Anya hanya tersenyum tipis, mencoba tidak terlalu memikirkannya. Namun, bisikan-bisikan itu mulai menanamkan ide di benaknya. Ia membeli alat tes kehamilan secara diam-diam.

Malam itu, setelah Arya tertidur pulas, Anya pergi ke kamar mandi. Dengan tangan gemetar, ia melakukan tes. Beberapa menit terasa seperti selamanya. Ketika dua garis merah muncul di alat tes itu, jantung Anya berdegup kencang, antara tidak percaya dan kebahagiaan yang meluap-luap.

Lihat selengkapnya