Bab 15: Perjalanan Menanti Sang Buah Hati
Masa kehamilan Anya adalah perjalanan penuh warna. Ada hari-hari di mana ia merasa sangat berenergi, menata buku di toko dengan semangat baru, dan ada pula hari-hari di mana mual pagi membuatnya harus berlama-lama di tempat tidur. Arya menjadi suami siaga. Ia belajar untuk tidak panik saat Anya tiba-tiba menginginkan makanan aneh di tengah malam, atau ketika mood Anya berubah-ubah dalam hitungan menit.
Arya bahkan mulai ikut kelas yoga prenatal bersama Anya, meskipun awalnya ia merasa canggung di antara para ibu hamil. Namun, melihat Anya tertawa dan menikmati setiap sesi, ia jadi ikut senang. Mereka juga rajin membaca buku tentang kehamilan dan parenting, berdiskusi tentang bagaimana mereka akan membesarkan anak mereka kelak. Arya sering pulang lebih awal dari kantor, memastikan Anya sudah makan dan beristirahat cukup.
"Kamu harus sering-sering istirahat, Anya," kata Arya suatu sore, membawakan semangkuk buah potong untuk Anya yang sedang duduk di sofa.
"Aku baik-baik saja, Arya. Jangan terlalu khawatir," jawab Anya sambil tersenyum. "Bayi kita kan kuat seperti ayahnya."
Arya tertawa, mengecup kening Anya. "Tapi kan aku harus memastikan dua jagoanku sehat dan nyaman."