Senja di balik rindu

nantooo
Chapter #16

Kehadiran Pelengkap


Minggu-minggu terakhir kehamilan Anya terasa seperti penantian terpanjang. Arya menjadi semakin protektif dan antusias. Tas berisi perlengkapan bayi dan kebutuhan Anya sudah disiapkan di dekat pintu, siap untuk dibawa kapan saja. Rumah sakit sudah ditentukan, dokter kandungan pun sudah siaga.

Suatu dini hari, Anya terbangun karena merasakan kontraksi pertama. Awalnya samar, namun perlahan semakin teratur dan kuat. Ia membangunkan Arya dengan lembut.

"Arya... sepertinya sudah tiba saatnya," bisik Anya, napasnya sedikit memburu.

Arya langsung bangkit, wajahnya terlihat panik namun juga bersemangat. Ia segera meraih tas yang sudah disiapkan dan membantu Anya berjalan menuju mobil. Di perjalanan menuju rumah sakit, tangan Arya tak henti menggenggam tangan Anya, sesekali mengecupnya, mencoba memberikan kekuatan.

Proses persalinan Anya berjalan cukup panjang. Arya tak pernah beranjak dari sisi Anya. Ia memijat punggung Anya, menyeka keringat di dahinya, dan membisikkan kata-kata semangat. Meskipun tegang, ia berusaha sekuat tenaga untuk menjadi penopang bagi sang istri.

Setelah perjuangan yang menguras tenaga, suara tangisan bayi yang nyaring akhirnya memecah keheningan ruang bersalin. Tangisan itu, bagi Anya dan Arya, adalah melodi terindah yang pernah mereka dengar. Dokter mengangkat seorang bayi mungil yang masih merah, dan menaruhnya di dada Anya.

Lihat selengkapnya