Senja Mengukir Cerita

Bias Divhanka
Chapter #13

Chapter 13 - Gelang Harapan

*Gelang Harapan


Lampu-lampu warna-warni berpendar di udara, berpadu dengan suara riuh pengunjung yang memenuhi pasar malam. Wangi manisan kapas dan jagung bakar menguar di antara tenda-tenda permainan.

Di tengah keramaian itu, Kikan berdiri dengan tangan bersedekap, menatap seorang pemuda yang masih sibuk di depan stand permainan.

“Mar, pulang yuk! Sudah mau jam 11 nih!” ajaknya dengan sedikit berteriak agar suaranya terdengar.

Damar menoleh dengan ekspresi antusias, matanya berbinar penuh semangat. “Sebentar, sebentar! Aku mau dapatkan boneka besar itu buat kamu!”

“Aku mau yang warna pink, bukan yang itu!” Kikan menegaskan dengan suara manja, sambil menunjuk ke arah boneka teddy bear besar yang terletak di tengah-tengah. 

“Yang mana, sih?” Damar mengernyit bingung, mencari-cari boneka yang dimaksud Kikan. 

“Itu, yang teddy bear!” jawab Kikan dengan penuh keyakinan. 

“Oh, siap, kanjeng ayu! Doain raden Mas, ya!” Damar membalas dengan nada guyon sambil menatap Kikan, sedikit berseloroh. 

“Ya, aku doain raden Mas,” jawab Kikan sambil tersenyum, merasa sedikit geli dengan panggilan Damar. 

Niat awal, hanya untuk mencari makan. Namun tanpa sengaja malah terjebak dalam keasyikan pasar malam.

Setelah makan, mereka menjelajahi berbagai permainan yang ada, mulai dari kincir raksasa, kora-kora, hingga ombak banyu. Setiap permainan membuat mereka tertawa tanpa beban. Tawa mereka terdengar riang, lepas, dan terasa menghangatkan suasana malam yang sejuk. Tanpa sadar, tangan mereka sudah bergandengan erat sejak mereka mulai menaiki permainan pertama.  

Lihat selengkapnya