Senja yang Tak Benar-Benar Pergi

Arzam Perdana Lubis
Chapter #2

Dua Hari yang Mengubah Segalanya

CHAPTER 2

"Tidak semua hubungan membutuhkan waktu lama untuk terasa berarti. Ada beberapa orang yang baru hadir sebentar, tetapi cara mereka memahami kita terasa seperti seseorang yang sudah mengenal luka kita sejak lama."

Beberapa pertemuan memang tidak membutuhkan waktu lama untuk terasa berarti. Kadang semesta hanya mempertemukan dua manusia lewat cara paling sederhana, lalu membiarkan hati mereka bekerja sendiri.

Dan mungkin….

itulah yang terjadi pada Nara dan Aksa.

Sudah dua hari sejak obrolan pertama mereka di grup WhatsApp komunitas Akuntansi kemudian grup itu dipindahkan ke salah satu grup random yang isinya hanya 4 orang saja.

Namun rasanya aneh.

Karena keduanya seperti sudah mengenal satu sama lain jauh sebelum dipertemukan. Mereka terlalu nyambung. Cara bercanda mereka sama. Jam tidur mereka sama-sama berantakan. Dan yang paling aneh... keduanya sama-sama menyembunyikan banyak luka di balik humor.

Malam itu jam menunjukkan pukul 00.41 dini hari.

Sebagian besar mahasiswa semester satu mungkin sudah tertidur setelah seharian dihantam banyaknya tugas kelompok, presentasi, proyeksi, membuat video yang melelahkan.

Namun tidak dengan Nara.

Perempuan itu masih duduk di depan laptopnya sambil mengerjakan tugas soal jurnal akuntansi yang bahkan belum selesai satu halaman penuh. Matanya lelah dan kepalanya sudah terasa sakit. Tetapi pikirannya jauh lebih berisik dibanding tugas yang sedang ia kerjakan.

Nara memang seperti itu.

Semakin malam, semakin sulit pikirannya diajak diam. Ia terlalu sering memikirkan banyak hal sekaligus. Tentang masa depan. Tentang dirinya sendiri. Tentang rasa takut gagal. Tentang rasa takut tidak cukup baik untuk siapa pun.

Kadang ia iri kepada orang-orang yang bisa tidur dengan tenang. Karena baginya, malam selalu menjadi tempat berkumpulnya overthinking.

Ponselnya tiba-tiba berbunyi.

Notifikasi masuk dari Aksa.

“Masih hidup kamu Nara?”

Nara langsung terkekeh kecil.

“Belum. Lagi jadi mayat tugas dulu wkwk.” jawabnya.

“Tugas apaan jam segini?” tanya Aksa

“Ngerjain jurnal akuntansi ini, susah banget mahamin materinya wkwk.” jawab Nara.

“Halah gampang jurnal akuntansi doang mah, hal basic buat aku yang makanan sehari-harinya ngerjain siklus akuntansi mulu wkwk.” ucap Aksa.

“Kalau gampang sini kerjain, aku lagi bingung banget nih, stres banget aku, mana masih ada tugas yang lain.” jawab Nara sambil mengeluh pelan.

“Aku cuma bisa ngedoain aja Nara wkwkwk, semangattt yaaa hahahaha.” ucap Aksa sambil tertawa pelan.

Lihat selengkapnya