Blurb
Di sebuah kedai kecil bernama Senjakala, kopi bukan satu-satunya hal yang diseduh.
Setiap akhir pekan, orang-orang datang membawa kegelisahan mereka sendiri.
Di balik meja bar, Doxa selalu punya jawaban yang terdengar sederhana — namun cukup mengusik sehingga membuat mereka berpikir ulang arah hidupnya.
Bagi Schellin, mahasiswi yang lebih percaya data daripada perasaan, Senjakala awalnya hanya tempat berteduh dari hujan dan kekacauan hidup. Namun semakin sering ia datang, semakin banyak perasaan yang muncul.
Dari seorang ibu yang percaya obat ajaib, mahasiswa yang terjebak skripsi, pelanggan yang mempertanyakan kebenaran, hingga orang-orang yang diam-diam menyimpan luka di balik keyakinannya sendiri.
Senjakala bukan lagi sekadar tempat orang lain mencari jawaban. Karena beberapa pertanyaan — juga perasaan — akan hinggap di hidup mereka.
Sebuah novel tentang kopi, manusia, dan alasan-alasan yang membuat kita bertahan sedikit lebih lama.