28 april 2024
Tanggal itu seharusnya menjadi hari kemenangan Karsa, namun takdir mengubahnya menjadi hari pemakaman perasaannya.
Dengan kemeja batik yang lengan panjang yang sangat pas ditubuhnya, Karsa berdiri di depan janur kuning yang melengkung. Di sana, Dian tampak begitu anggun, bersanding dengan pria yang tak perlu berjuang melawan tagihan rumah sakit untuk memilikinya.
Karsa melangkah ke pelaminan. Tidak ada drama. Tidak ada air mata yang tumpah di depan tamu undangan. Ia menyalami Dian dan suaminya dengan senyum yang paling datar yang pernah ia buat. Ia menyerahkan sebuah kado yang dibungkus rapi.
Di dalam kado itu, tidak ada perhiasan atau barang pecah belah mewah. Isinya hanya beberapa sampo stok untuk sebulan. Sebuah tindakan yang terasa konyol, absurd, dan "tolol" di mata orang normal, namun bagi Karsa, itu adalah cara terakhirnya untuk menunjukkan bahwa ia masih punya sisa-sisa kewarasan yang retak.
Mungkin ia ingin Dian selalu "bersih" dari bayang-bayang masa lalu, atau mungkin itu hanya ungkapan frustrasi yang tak bisa dijelaskan kata-kata.
Di sela-sela kado itu, terselip sebuah surat singkat yang berisi satu kutipan lirik dari lagu Jiwaru Days milik JKT48:
“Jikalau air mata berlinang dari kedua matamu
Walau ada di belahan dunia mana pun
Ku pasti datang padamu dengan sekuat tenagaku
Kar'na itu, kamu tidak perlu merasa risau
Pada akhirnya, kamu telah menemukan impianmu
Keluarkan keb'ranian dan ayo melangkah