Seno Tanpa Pati

E. Karto
Chapter #13

Bakwan & Dimsum


Perubahan itu datang laksana air bah yang menyejukkan. Novel "Bakwan & Dimsum" meledak di pasaran. Kisah yang jujur, getir, namun penuh harapan itu menyentuh hati ribuan pembaca.

Royalti pertama yang diterima Karsa lebih dari cukup untuk menebus ijazah SMA-nya, membayar beberapa hutang jaminan kesehatan, dan yang paling penting, mengembalikan martabatnya sebagai seorang lelaki.


Kini, Karsa tidak lagi menatap dari seberang jalan.


Dengan kaos rapi nan bersahaja, Karsa melangkah menyeberangi aspal yang dulu terasa seperti samudera.

Ia berdiri tepat di depan kios dimsum itu. Uap putih yang membumbung menyambutnya, membawa aroma udang dan kehangatan yang selama ini hanya ia hirup dari kejauhan.


Puan berparas Tionghoa itu tersenyum, "Mau pesan berapa porsi, Mas?"


Karsa menarik napas dalam, merasakan debar jantung yang lebih kencang daripada saat ia menerima kabar bukunya terbit. "Satu kotak saja, Mbak," jawabnya tenang.


Saat sang puan sibuk menata dimsum ke dalam kotak, Karsa mengeluarkan sebuah buku dengan sampul yang masih harum tinta percetakan. Ia meletakkannya di atas etalase kaca.


"Ini apa, Mas?" tanya sang puan heran, menatap judul Bakwan & Dimsum yang tertera di sana.


"Terima kasih," ujar Karsa tulus. "Kamu mungkin tidak kenal saya, tapi setiap hari saya melihat dirimu bekerja keras dari seberang jalan sana. Kamu adalah inspirasi utama di balik setiap kata dalam buku ini. Tanpa sosokmu yang tetap tersenyum meski uap panas mengepul setiap hari, buku ini tidak akan pernah selesai."


Lihat selengkapnya