Sepasang Satria Piningit

Anggrek Handayani
Chapter #6

6.Ayahku Hanya Satu

Jaya mengayun-ayunkan tangan kanannya di pinggir jalan. Menghentikan setiap angkot yang melintas di depannya. Tak lama kemudian, sebuah angkot berhenti di depannya. Ia pun menyuruh Syams untuk segera masuk ke dalam angkot tersebut. Syams merasa sangat ragu untuk melakukan hal tersebut. Melihat angkot yang begitu kumuh, membuanya tak tahan lagi melihatnya. Terlebih untuk menaikinya. Benar-benar membuatnya enggan untuk masuk ke dalamnya.


Walau begitu, ia tetap memaksakan dirinya untuk memasuki angkot tersebut. Jaya tersenyum melihat kesediaan Syams untuk memasuki sebuah angkot yang tak pernah ia duduki itu. Ia pun segera menaiki angkot tersebut setelah Syams berada di dalamnya.


Jaya duduk di samping kanan Syams. Syams duduk dengan menundukkan kepalanya dengan dalam. Melihat Syams masih bersedih, Jaya pun memulai pembicaraan dengan anak yang berada di sebelahnya itu, ”Oh ya, tadi siapa namamu?"

"Namaku Jaya. Kau dapat memanggilku dengan sebutan Pak Jaya. Aku bekerja di salah satu sekolah yang letaknya tak jauh dari panti asuhan tadi. Oleh karena itu, aku selalu menyempatkan waktuku untuk datang dan menyumbangkan sedikit uangku setiap akhir pekan di panti itu," lanjut Jaya.

Syams mengangkat wajahnya dan mengarahkan pada Jaya. Kemudian ia menjawab, ”Syams Fatahul Malik. Nama panggilan saya Syams. Usia saya sebelas tahun.”

“Waah... Nama yang sangat indah. Kau pasti anak yang sangat pintar. Orang tuamu pasti akan merasa sangat rugi telah membuangmu ke panti asuhan itu.”

“Tidak. Dalam kenyatannya saya tidak sepintar yang Pak Guru fikirkan. Nyatanya saya dibuang oleh ayah saya karena menjadi salah satu anak yang mendapat nilai terburuk di kelasku.”

“Tapi itu hanya terjadi hari ini, kan? Jika tidak, mengapa orang tuamu baru membuangmu hari ini? Lagipula dari wajahmu aku sudah dapat mengerti jika kau adalah anak yang sangat pintar. Tapi kenapa kau bisa mendapatkan nilai terburuk di kelasmu?”

Syams terdiam dan kembali menundukkan kepalanya. Ia tak tak dapat menjawab pertanyaan dari Jaya. Melihat sikap Syams yang demikian, Jaya pun kembali berkata, "Sudahlah! Kita jangan membahas hal itu lagi. Mulai sekarang kau adalah bagian dari keluargaku. Kau boleh memanggilku dengan sebutan ayah.”

Mendengar ucapan Jaya, Syams pun menaikkan wajahnya kembali. Lalu ia berkata dengan tegas, “Tidak! Saya tidak mau menmanggil bapak dengan sebutan ayah. Karena ayahku hanya satu. Yaitu Sutan Malik.”

Lihat selengkapnya