Sepasang Satria Piningit

Anggrek Handayani
Chapter #7

7.Kenapa Anda Menolong Saya

Dengan sangat terpaksa, Syams akhirnya bersedia untuk memasuki kamar Satria yang kecil nan buruk itu. Kamar yang jauh lebih sempit dari kamarnya saat ia masih tinggal di rumahnya sendiri itu, kini harus ia tempati sebagai kamar barunya. Kamar itu hanya berisi sebuah ranjang kecil yang harus ditempati oleh dua orang. Almarinya pun begitu kecil dan terlihat telah rusak di beberapa bagian pintunya. Di sampingnya terdapat rak buku kecil yang juga terbuat dari kayu. Yang kayunya juga terlihat tak begitu kuat. Dan mungkin akan rusak beberapa minggu atau beberapa bulan ke depan.

“Syams, ayo keluarkan semua pakaianmu! Aku akan membantumu untuk memasukkannya dalam lemari ini. Walau terlihat sangat kecil, tapi aku yakin lemari ini pasti bisa memuat semua pakaianmu itu,” ucap Satria

Syams masih terpaku di tempatnya berdiri. Satria tak ingin berfikir panjang. Ia langsung mengeluarkan semua pakaian Syams dari dalam koper kecilnya itu. Setelah mengeluarkan semua pakaian Syams, ia berkata, ”Maaf Syams, bukannya aku bermaksud kurang ajar dengan berbuat seperti ini. Tapi aku hanya ingin membantumu saja. Ayo berikan tasmu padaku! Kita rapikan semua yang kau bawa itu Sekarang kamar ini menjadi milik kita berdua. Itu artinya kita menjadi sebuah keluarga sekarang.”

Ucapan Satria membuat Syams terbangun dari lamunannya. Dengan kedua mata yang terbelalak, Syams berkata, "Apa katamu? Menjadi sebuah keluarga?"

"Aku tidak akan mau menjadi keluarga kalian. Selama-lamanya,” lanjutnya.

“Hei tenanglah! Aku mengerti ini sangat sulit bagimu. Aku juga mengenal ayahmu. Juga kakakmu yang bernama Aisyah itu. Dia adalah teman sekelasku. Jadi kamu boleh menganggapku seperti kakakmu juga,” ucap Satria dengan nada tenang.

“Tidak akan! Aku tidak akan pernah menganggapmu sebagai kakakku. Aku mempunyai empat orang kakak yang lebih bisa dibanggakan daripada dirimu. Jadi untuk apa aku menjadi adikmu? Tidak ada untungnya sama sekali."

Syams memalingkan wajahnya dari Satria. Hati Satria merasa sangat teriris setelah mendengar ucapan Syams. Namun ia tak ingin mempersalahkannya. Ia berusaha untuk tetap tenang.

Satria berkata, ”Sudahlah jangan memperpanjang masalah ini! Lebih baik berikan saja tasmu padaku! Akan kusimpan semua pakaianmu di dalam lemari ini.”

Dengan sangat terpaksa, Syams melepaskan tasnya dari punggungnya dengan sangat cepat. Kemudian ia membanting tasnya itu tepat di depan Satria. Satria tak dapat berbuat apa-apa selain mengambil tas Syams dan mengeluarkan semua pakaian di dalamnya serta memasukkannya ke dalam lemari. Ia dapat mengerti apa yang dirasakan Syams saat ini.

Lihat selengkapnya