Sepasang Satria Piningit

Anggrek Handayani
Chapter #9

9.Indahnya Langgar Pak Jaya

Langit telah berwarna jingga. Jaya memanggil Satria dan Syams untuk ikut serta ke langgar. Satria segera mengambil sarung dan peci. Ia juga menyuruh Syams untuk melakukan hal yang sama dengannya.

Jaya bersama Satria dan Syams berjalan bersa-sama menuju langgar yang terletak tak jauh dari rumah mereka. Setelah tiba di sebuah rumah yang disebut langgar itu, kedua mata Syams terbelalak. Ia terpukau melihat rumah yang cukup besar dengan halaman yang dipagari dengan dua pohon mangga di samping kanan dan kirinya. Di sampingnya ada banyak bunga yang cantik dan berwarna-warni. Sungguh sebuah pemandangan yang memanjakan mata siapa saja yang melihatnya. Membuat Syams tak sadar bahwa langkahnya telah terhenti demi memperhatikan rumah yang menakjubkan tersebut.

Jaya yang telah berada di depan Syams menyadari bahwa murid barunya itu telah tertinggal jauh darinya. Ia menjadi heran dengan sikap Syams yang hanya berdiri tegak di halaman tersebut. Maka ia pun langsung memanggilnya dan bertanya tentang alasannya untuk berhenti. Syams terbangun dari lamunannya setelah namanya dipanggil oleh Jaya.

“Pak Guru, kenapa rumah seindah ini ditinggalkan? Padahal masih bisa ditinggali," tanya Syams penasaran.

Jaya tersenyum kemudian menjawab, ”Begini Syams, ini adalah rumah milik Pak Budi. Beliau adalah orang yang berada. Tapi beliau tidak memiliki anak dan istri. Makanya setelah beliau meninggal, beliau mewakafkan rumahnya ini kepada desa supaya digunakan untuk kepentingan desa."

"Nah, aku sudah mendapatkan izin dari Pak Kepala Desa untuk menggunakan rumah ini untuk mengajar anak-anak yang tak mampu bersekolah,” lanjutnya.

“Waah... Baik sekali ya Pak Budi,” ucap Syams.

“Kamu benar. Beliau memang sangat baik sehingga dicintai masyarakat."

"Ya sudah, sekarang ayo kita masuk! Maghrib akan tiba,” lanjut Jaya.

“Baik Pak Guru.”

Syams kembali melangkahkan kakinya untuk memasuki rumah yang sering disebut sebagai langgar tersebut. Setelah melihat luarnya, ia menjadi penasaran dengan isi rumah yang dari luar telah nampak keindahannya. Dan benar saja. Isi rumah tersebut tak jauh berbeda dari luarnya. Begitu memasukinya, ruang tamu tertata rapi dapat disaksikannya. Namun ruangan setelahnya sedikit berbeda.Tidak ada kamar di dalamnya. Melainkan hanya perpustakaan kecil dan ruangan seperti ruang kelas tanpa meja dan kursi juga papan tulis.

Lihat selengkapnya