Sepasang Satria Piningit

Anggrek Handayani
Chapter #15

15.Jaya Mengetahui Alasan Pengusiran Syams

Seusai menikmati sarapan, Syams tak ingin langsung pergi bermain. Ia lebih memilih untuk memulai harinya dengan membaca buku terlebih dahulu. Seperti apa yang telah menjadi kebiasaannya setiap harinya. Melihat Syams yang tak segera bermain tapi malah membaca buku di ruang tamu, Satria pun melakukan hal yang sama dengannya. Ia mengambil bukunya dan duduk tepat di samping Syams.

Mereka berdua hanya memusatkan konsentrasi mereka pada buku yang berada di hadapan mereka. Memang tak ada yang dapat menandingi semangat Syams dalam membaca buku. Kecepatannya dalam membaca selalu menjadi kelebihannya. Hanya dalam beberapa menit Syams dapat menyelesaikan buku yang ia baca. Ia pun dapat menyelesaikan tiga buah buku dalam waktu tiga puluh menit.

Syams menutup tiga buah buku yang baru saja selesai dibacanya tersebut. Kemudian ia menolehkan wajahnya pada Satria. Ia baru mengetahui bahwa Satria telah berada di sampingnya sejak beberapa hari yang lalu. Pandangan mata Syams tertuju pada buku yang sedang dibaca Satria. Ia pun membaca sekilas halaman yang tengah dibaca olehya. Seketika wajahnya bersinar setelah membaca halaman tersebut. Timbullah rasa tertarik ada sebuah buku yang sedang dibaca oleh Satria itu.

“Waahh... Bagus sekali kisah yang Kakak baca itu. Kak, ayo kita bertukar buku! Aku sudah selesai membaca buku ini,” ucap Syams.

Konsentrasi Satria terpecah ketika mendengar ucapan Syams. Dengan perlahan, ia menolehkan wajahnya pada Syams. Kemudian ia berkata, "Kamu ini memang kebiasaan. Kalau kamu sudah selesai membaca, lebih baik kamu ambil lagi bukumu di kamar! Aku baru membaca sebentar. Kenapa kamu ingin menukar bukumu dengan bukuku?”

“Ayolah Kak! Aku ingin membaca buku Kakak. Aku tidak ingin membaca buku milikku sendiri. Aku sudah bosan karena sudah kubaca semua,” pinta Syams.

Satria menghela nafas panjang. Kemudian ia menjawab, ”Ya sudah. Bawa kemari bukumu!”

Syams mengepalkan kedua tangannya lalu menurunkannya ke bawah sambil berkata, "Yess!”

“Tapi cepat selesaikan bacaanmu! Aku ingin membacanya lagi!” tegas Satria.

“Iya Kak. Aku janji tidak akan lama membacanya,” jawab Syams dengan penuh keyakinan.

Syams kembali memusatkan perhatiannya pada buku di hadapannya. Ia membuka halaman pertama dari buku tersebut. Kemudian ia membaca judul buku tersebut yang bertuliskan dengan huruf besar dan tebal. Judul buku tersebut berbunyi, ”Wage Rudolf Soepratman”. Setelah membaca judul buku tersebut, semangat membaca dalam diri Syams semakin tinggi.

Lihat selengkapnya