Sepasang Satria Piningit

Anggrek Handayani
Chapter #17

17.Bukan Bagian Mereka Lagi

Sinar matahari pagi menghangatkan tubuh. Anak-anak berhamburan memasuki gerbang. Di saat seperti itu, dua anak laki-laki yang mengenakan seragam SMA menghentikan sepeda motor mereka di depan gebang sekolah dasar tersebut. Sebuah sepeda motor berwarna hijau dan yang lainnya berwarna merah. Nampak di bagian belakang sepeda motor yang berwarna hijau tersebut, Aisyah mulai turun setelah motor tersebut berhenti.

Syams dan Satria yang baru tiba di sekolah, merasa heran dengan kedatangan kedua anak laki-laki berseragam SMA tersebut. Melihat Aisyah yang turun dari salah satu sepeda motor tersebut juga bentuk dan warna keduanya, Syams merasa bahwa ia telah mengenal siapa pemilik kedua sepeda motor tersebut. Ia lalu memperhatikan keduanya dengan seksama. Agar ia tak salah dalam mengenali kedua anak laki-laki tersebut.

Tak hanya Syams, Satria juga merasa penasaran dengan kedua anak laki-laki yang berada di balik helm tersebut. Kedua anak laki-laki berseragam SMA itu membuka helm mereka secara bersama-sama. Perlahan wajah mereka mulai nampak. Syams semakin tak sabar untuk mengetahui siapa kedua anak SMA tersebut. Matanya tak pernah berhenti untuk memperhatikan keduanya.

Dan benar saja dugaan Syams, ternyata kedua anak SMA tersebut adalah Nashir dan Aziz. Melihat kedua kakaknya itu mengantarkan Aisyah ke sekolah membuat dirinya merasa sangat iri. Pasalnya ia tak pernah mendapatkan perlakuan yang sama dengan Aisyah saat masih tinggal serumah dengan mereka.

Setelah Nashir dan Aziz membuka helm mereka, keduanya lalu turun dari sepeda motor mereka. Aisyah mencium tangan Nashir. Kemudian ia beralih mencium tangan Aziz. Aziz menyentuh kepala adiknya itu setelah Aisyah mencium tangannya.

“Belajar yang rajin ya, adik bungsu. Supaya dapat menggapai cita-citamu. Juga dapat mengharumkan nama keluarga,” ucap Aziz.

“Benar apa yang dikatakan Aziz. Kamu harus rajin belajar agar dapat mengikuti jejak kami yang selalu mendapatkan nilai tertinggi di kelas. Bahkan saat ujian nasional,” tambah Nashir.

“Ba-Baik Uda,” jawab Aisyah dengan ragu.

“Kalau begitu kami pergi dulu. Kami takut akan terlambat sampai di sekolah. Assalamu’alaikum," ucap Nashir.

“Wa’alaikum salam.”

Nashir dan Aziz kembali ke posisi mereka di atas motor. Lalu mereka menyalakan mesinnya dan mulai menjalankan sepeda motor tersebur. Mereka pun melambaikan tangannya pada Aisyah. Aisyah membalas lambaian tangan mereka sambil tersenyum. Setelah itu, Nashir dan Aziz menurunkan tangan mereka lalu menambah kecepatan sepeda motor mereka tersebut.

Lihat selengkapnya