Sepasang Satria Piningit

Anggrek Handayani
Chapter #38

Surya Wijaya

Jaya berjalan lebih dekat dengan Nashir dan Aisyah. Lalu ia menempatkan dirinya dan duduk di sebuah kursi yang terletak tepat di depan mereka. Nashir menjawab pertanyaan yang diberikan Jaya sebelum pria itu duduk di depannya, “Bukan, Pak. Kami bukan temannya Satria. Tapi kami adalah kedua kakak Syams. Saya Nashir kakak kedua Syams. Dan ini adik saya, Aisyah. Kakak keempat Syams. Kami tak sengaja datang ke kampung ini. Kami hanya ingin mencari udara segar setelah terjadi masalah besar yang terjadi dalam keluarga kami. Tapi kami malah tersesat sampai di kampung ini. Untunglah Syams dan Satria berada disana saat itu dan memberitahukan keberadaan kami.”


Jaya tersenyum mendengar penjelasan dari Nashir. Ia lalu berkata, ”Saya Surya Wijaya. Tapi orang biasa memanggil saya dengan sebutan Pak Jaya. Kalian juga boleh memanggilku dengan sebutan itu.”

“Bapak pasti orang yang telah menolong Syams dan memberinya tempat tinggal,” sela Aisyah.

Aisyah melanjutkan perkataannya, ”Waah!!! Bapak baik sekali. Hati Bapak sungguh murni hingga Bapak tidak memikirkan keadaan Bapak sebelum menolong orang lain. Saya sangat berterima kasih kepada Bapak atas semua yang telah bapak lakukan pada adik bungsu kami, Syams.”

Baru saja Aisyah menyelesaikan perkatannya, Satria dan Syams telah kembali dari dapur. Satria membawa beberapa gelas dan seteko air di tangannya. Sementara Syams membawa sebuah piring berisikan keripik singkong. Satria lalu meletakkan apa yang dibawanya itu di atas meja. Kemudian ia menuangkan air pada gelas-gelas yang dibawanya. Lalu ia meletakkan satu persatu gelas di hadapan Jaya, Nashir, dan Aisyah. Setelah itu, Syams meletakkan piring yang dibawanya di tepat tengah-tengah meja.

Setelah keduanya selesai menjamu kedua tamu mereka, mereka lalu menempatkan diri mereka masing-masing. Satria duduk di samping Aisyah. Sementara Syams duduk di samping Nashir.

Jaya mempersilahkan Nashir dan Aisyah untuk menikmati apa yang disajikan oleh Syams dan Satria di atas meja. Tangan Nashir mengambil segelas air putih yang ada di depannya lalu meminumnya dengan perlahan. Sementara Aisyah yang masih sungkan, hanya diam saja dan tak melakukan apapun.

Melihat Aisyah yang tak meminum air putih atau memakan makanan yang disajikan Syams, Jaya kembali mempersilahkan Aisyah untuk mengambil salah satu yang terletak di atas meja. Namun Aisyah tetap saja tidak mau melakukannya . Ia hanya menggelengkan kepalanya. Ia masih merasa sungkan untuk melakukannya. Nashir menyuruhnya untuk meminum segelas air putih miliknya.Setelah diperintahkan Nashir, akhirnya Aisyah bersedia untuk menikmati jamuan tersebut. Tangannya yang gemetar mulai mengambil segelas air putih yang ada di depannya dan meminumnya dengan perlahan.

“Maaf, hanya ada segelas air putih dan sedikit makanan ringan yang bisa kami sajikan untuk kalian. Kami tak mempunyai sesuatu yang pantas untuk menjamu kalian,” ucap Jaya.

“Tidak apa-apa, Pak. Ini lebih dari cukup untuk menghilangkan rasa haus kami setelah menikmati perjalanan jauh kami dan mencari jalan pulang,” jawab Nashir.

Lihat selengkapnya