Sore hari datang begitu cepatnya. Jantung Nashir berdetak sangat kencang saat hendak memasuki gerbang rumahnya. Ia khawatir kalau-kalau Malik telah berada di rumah. Walau ayahnya itu selalu pulang tengah malam, tapi tidak menutup kemungkinan jika ayahnya itu pulang sebentar hanya untuk mengambil dokumen yang tertinggal.
Nashir segera memarkirkan sepeda motornya di garasi. Sementara Aisyah menunggu sang kakak di depan garasi. Ia takut memasuki rumah seorang diri. Ia takut jika ia sampai di dalam rumah, ayahnya akan berdiri tepat di hadapannya. Dan sudah dapat dipastikan bahwa ia pasti akan terkena amarah sang ayah.
“Uda, ayo cepat sedikit! Kalau apak sudah berada di rumah dan mengetahui kalau kita pergi tanpa meminta izin padanya, maka kita akan terkena amarahnya,” ucap Aisyah dengan nada berbisik.
“Iya. Aku sedang berusaha,” jawab Nashir sambil berjalan dengan cepat keluar dari garasi.
Ketika Nashir telah tiba di dekatnya, Aisyah segera meraih tangan kakaknya itu dan menggenggamnya dengan kuat. Lalu Nashir mengajaknya untuk berlari memasuki rumah. Sambil berlari, kedua mata Nashir tak berhenti memperhatikan sekelilingnya. Aisyah pun melakukan hal yang sama dengan kakaknya itu.
“Kalian sudah pulang?"
Sebuah suara mengejutkan Nashir dan Aisyah. Nashir dan Aisyah menghentikan langkah mereka. Tubuh Aisyah gemetaran. Rasanya ingin mengompol karena takut mendengarkan suara tersebut. Ia tak berani untuk menampakkan wajahnya pada orang yang sedang bertanya padanya dan kakaknya tersebut.
“Amak?” ucap Nashir setelah menolehkan wajahnya pada sumber suara.
Nashir menarik nafas panjang setelah mengetahui bahwa yang mengeluarkan suara yang baru saja didengarnya adalah ibunya. Mendengar bahwa sang kakak mengucapkan nama ibunya, Aisyah memberanikan diri untuk menaikkan wajahnya. Setelah mengetahui dengan matanya sendiri bahwa yang sedang bertanya padanya dan kakaknya adalah ibunya, ia merasa lega. Rasa takut dalam dirinya pun langsung menghilang seketika.
“Kaliian sudah pulang?” ucap Maryam mengulangi pertanyaannya.
“Iya, Amak. Apa apak sudah pulang?” jawab Nashir
“Belum. Tapi kalian harus tetap waspada. Barangkali sebentar lagi, apak alian pulang.”
“Sekarang cepat masuk ke kamar kalian! Agar apak kalian tidak merasa curiga nanti," lanjutnya.
“Baik Amak. Tapi kami merasa sangat haus setelah melakukan perjalanan panjang. Kami ingin beristirahat dulu.”
“Lelah? Memangnya kalian pergi kemana saja?” tanya Maryam heran.
“Tadi kami sempat tersesat, Amak," jawab Aisyah.
“Tersesat? Lalu bagaimana kalian dapat menemukan jalan pulang?” tanya Maryam dengan mata terbelalak.