Malam itu dengan Aku yang sangat pernasaran atas mata-ku melihat orang yang sangat mirip sekali dengan yang Aku kenal, pun Aku menghampiri sebentar dengan meninggalkan Mega sendiri di meja yang telah kami pesan. Dengan secara diam – diam langkah kaki-ku mendekati orang tersebut dari arah wajah-nya yang ku lihat dari samping, langsung saja ku daratkan tangan-ku di bahu orang tersebut.
“Tap..” Letak tangan-ku pada bahu orang tersebut. “Om Rudi?” Sebut-ku akan nama orang yang ku-sangka mirip.
Dengan jantung-ku yang seketika berdegub kencang karena Aku takut salah orang, pun orang tersebut memalingkan mata pandangan-nya pada-ku yang telah menepuk dan coba menebak nama-nya.
“Rangga?” Sebut orang tersebut atas nama-ku.
“Om Rudi!!, Astaga ga salah ternyata Aku.., hahahaha.” Ujar-ku degan tawa sedikit riang.
“Mah, Rangga Mah..” Ucap Om Rudi pada Tante Nita yaitu istrinya.
Yabenar, Om Rudi adalah Ayah dari Deli yaitu sahabat terdekat-ku sampai saat ini terlepas Biky yang sudah tiada. Saat Aku yang menghampiri Om Rudi, dan ternyata itu memang benar Om Rudi, pun Aku baru teringat akan ucapan Deli saat sebelum Aku menjemput Mega.
Aku yang bertanya pada Deli kenapa rumah-nya sangat hening, dan bertanya kemana kedua orang tua-nya, pun ternyata benar apa yang Ia katakan. Deli yang mengatakan kalau kedua orang tua-nya sedang pergi untuk merayakan hari pernikahan mereka. Saat itu Aku berfikir, dunia sangatlah sempit, karena Aku mengira Om Rudi dan Tante Nita pergi ke luar kota, atau bahkan keluar negeri. Tapi ternyata, Aku justru bertemu dengan mereka berdua di tempat makan saat Aku dan Mega sedang makan malam bersama juga.
Tante Nita yang saat itu cukup terkaget akan kehadiran-ku, pun bertanya, “Ehh Rangga.. kamu kesini sama siapa?” Tanya Tante Nita pada-ku.
“Ohh, Aku kesini sama teman perempuan-ku Tan.. Bentar ya Aku panggilkan dulu, hehehehe.” Ucap-ku yang langsung memanggil Mega sebentar untuk berkenalan juga pada mereka berdua.
“Mega.. ikut aku sebentar yu.” Ajak-ku.
“Kemana?, Ini makanannya sudah siap.” Jelas Mega.
“Sebentar aja.. Aku mau kenalin kamu sama orang yang sangat dekat juga dengan-ku.” Ujar-ku yang langsung menarik tangan Mega dan mengarahkan ke meja makan tempat Om Rudi dan Tante Nita makan berdua.
“Om, Tante. Kenalin nih teman perempuan-ku, hehehe.” Sedikit menyeringai-ku.
Usai Tante Nita dan Om Rudi berkenalan dengan Mega, pun Tante Nita yang memang sangat dekat, atau bahkan seperti orang tua-ku juga, sedikit mengejek dan menggoda-ku di depan Mega.
“Ehemm.” Batuk buatan Tante Nita. “Sebenernya, ini teman atau pacar kamu Rangga, hahahaha.” Ujar Tante Nita.
“Untuk saat ini sih masih temen, kalau nanti tergantung Mega-nya sih tante, hehehehe.” Ujar-ku dengan lirikan mata ke arah Mega.
“Yaudah Om, Tante Rangga sama Mega balik makan lagi ya, hidangannya udah di antar soalnya, hehehehe.” Sambung-ku, “Selamat mengenang hari pernikahan ya Om dan Tante, hahaha.” Ejek-ku.
“Awas kamu ya kalo main kerumah nanti, hahahaha.” Balas Tante Nita.
Usai Aku yang mengenalkan Mega pada Tante Nita dan juga Om Rudi, pun kami kembali ke meja makan kami berdua untuk lanjut menikmati hindangan menu yang telah kami pesan berdua. Saat kami makan, pun Mega bertanya atas siapa kedua orang tersebut yang kupanggil Om Rudi dan juga Tanten Nita.
“Rangga, itu tadi siapa?, Kok keliatannya kamu deket banget sama mereka berdua.” Tanya Mega sembari menyantap menu hidangan.
“Ooalah, itu tadi kedua orang tua dari sahabat-ku.” Jawab-ku yang juga sambil mengunyah makanan.
“Sahabat?, Kamu gapernah bilang kalau kamu punya sahabat selain Biky.” Jelas Mega dengan wajah yang mulai merenggut.
“Ohiyaa astaga..” Tepuk jidat-ku dengan tangan sendiri. “Yaudah kalo gitu Aku kasih tau sekarang ya.” Ucap-ku pada Mega.
“Jadi Aku itu punya 1 sahabat yang lama Aku bersahabat dengan Dia itu memang lebih lama jika dibanding waktu persahabatan-ku dengan Biky yang cukup singkat.” Jelas-ku.
“Sahabat yang kamu maksud itu cewe atau cowok?” Tanya Mega.
“Sahabat-ku itu Cewek, namanya Deli.” Jawab-ku.
Usai Aku yang menjawab pertanyaan Mega dengan mengatakan bahwa sahabat-ku itu adalah perempuan, pun terlihat perubahan drastis pada wajah Mega saat itu. Aku bukanlah orang yang berfikir negatif pada hal yang belum jelas ku-ketahui. Namun pada saat itu, semakin jelas Mega yang terlihat marah pada-ku dengan ucapan-nya yang mengatakan, “Oalah Cewek.. hati – hati aja.” Ucap Mega.