Beberapa tahun telah berlalu semenjak kepergian Sera dari kota delwis…
Langit yang terlukis dengan tinta hitam, dengan serpihan bintang yang menghiasi langit agar terlihat lebih hidup dan indah…
Sera memandang kota di luar melalui jendela apartemennya.
Suara dari televisi yang memberitakan tentang kejadian di luar apartemennya.
Ia mendengar apa yang disiarkan, namun lebih memilih untuk tidak mempedulikannya.
Sebuah kota yang benar-benar dikuasai dengan gedung dan bangunan tinggi, sejauh mata memandang.
Kumpulan bola cahaya yang menyinari jalanan raya di bawahnya, sampai membuat aspal jalanan tertutup oleh cahaya mereka.
Dunia di bawahnya penuh dengan suara riuh dari kendaraan yang berlalu lalang tanpa henti.
Tatapannya terpaku cukup lama, sampai tanpa sadar dunia luar yang baru saja dilihatnya perlahan memudar. Memperlihatkan refleksi dari wajahnya di kaca.
“Sera, apa kamu sudah siap?” tanya Kaizo yang berada di belakangnya.
Sera mengerjap pelan beberapa kali, lalu menengok ke belakang.
Namun dirinya tidak menjawab pertanyaan dari Kaizo.
“Kamu sudah siap? Dia sudah menunggumu di luar pintu apart… Apa tadi namanya?”