Seperti Yang Aku Tulis: I Know Everything Vol 2

Arjun
Chapter #5

[Hari Kedua] Bagian Pertama

Hari kedua nih~, mana tepuk tangannya.

Nulis segini aja capek banget rasanya. Cuma buat kamu loh, aku sampe seniat ini. Kalo ga baca sampe habis parah sih.


-


Pagi menyingsing lagi memberikan cahayanya yang terang dan hangat ke salah satu dari bagian kota delwis ini.


Kami berdua masih berada di tempat yang sama. Tempat dimana aku mengira waktuku sudah habis.


Kami berjalan keluar dari salah satu gang kecil yang ada disana, kemudian berhenti di aspal jalanan.


Kami… Benar-benar kehilangan Pals disana.

Aku tidak tahu dia terlempar kemana, begitupula dengan Kaizo.

Dia mengatak kalau saat ia mengalami hal seperti itu, ia hanya melihat konsekuensi dari perbuatannya. Tanpa mengingat apa yang dia lakukan.


Aku menghela nafas panjang, dengan kepala yang mengarah ke dimana matahari terbit.

“Kita… Lanjutin jalannya aja. Setidaknya udah ada satu petunjuk yang Pals kasih.”


“Aku akan membantu semaksimal mungkin, nona Sera,”


“Jangan pake nona, nama aja, nama,” balasku sambil berjalan kembali.


Kaizo tidak membuka mulut dan ikut berjalan bersamaku di samping.

Kami sekali lagi menyusuri kota ini.


Satu persatu penghuni berjalan keluar dari rumahnya.

Mereka melakukan aktivitas warga pada umumnya. Seperti menyiram tanaman, baca koran.


Oke kayaknya ga usah ku jelasin deh yang ini.


Selama kami menempuh perjalanan ini.

Aku tida mengajaknya berbicara, dan Kaizo sendiri juga tampaknya masih merasa bersalah dengan kejadian kemarin.


Setiap kali tatapannya mengarah ke diriku,

kepalaku secara tak sadar mengunci kaku pandangan ke depan.


Aku memang tidak melihat wajahnya, atau dia beneran menatapku atau tidak.

Tapi semua yang terjadi kemarin membuatku sedikit paranoid dengan rubah satu itu.

Benar-benar menjadi… Semacam orang asing sekarang.


Kita menempuh jalan di pinggiran cukup jauh.

Walau sudah sejauh itu, tidak ada tanda-tanda adanya Pals ataupun Azrel yang sedang aku cari saat ini.


Sampai kita berdua berhadapan dengan portal masuk ke kota lain.

Satu langkah lagi… Aku sepenuhnya meninggalkan kota delwis ini.


Aku sempat berdiri di tempat sambil menatap ke atas. Tempat dimana nama kota tersebut ditulis.

“Selamat datang di kota —”


seperti yang ku bilang di bagian pertama.

Sampai sekarang aku masih lupa nama tempatnya. Padahal sudah kucoba buat inget-inget.

Tapi tetep aja gagal.


…

Aku meluruskan kembali kepalaku, melihat ke jalanan di depan dengan kota yang tersusun rapi di samping kiri dan kanan.


‘Andai Pals ada, mungkin aku bisa nanyain sekali lagi, kalo Azrel ada disini atau engga,’ gumamku dalam batin.


Setelah berdiam diri cukup lama. Kami memutuskan untuk memijakkan kaki di kota itu.

Berjalan melewati portal, dan untuk pertama kalinya. menginjakkan kaki di kota itu.


Lebih banyak toko dan bangunan dengan dagang yang mereka jual.

Sedangkan rumah dan perumahan? Aku tidak melihat satupun di kiri dan kananku.

Semuanya hanya… Ruko dan semacamnya. Seperti tempat orang mencari nafkah.


Saat kami tengah menyusuri jalan, Kaizo tiba-tiba nyeletuk, “Sera, boleh aku memberi saran?” ucapnya.


Aku menoleh ke arahnya, tapi kembali lurus ke jalan di depan.

“Boleh, saran apa?”


“Kita tidak mungkin mencari dia di pinggiran jalan saja. Kemungkinannya akan sangat kecil, bagaimana kalau… Kita masuk ke daerah warga disini?”


Aku tidak langsung menjawab disitu.

Saran darinya memang bagus, bahkan sangat membantu.

Tapi aku tetap waspada, Jikalau dia akan menjadi seperti itu lagi.


“Aku tau jika kamu masih waspada denganku… mungkin kita bisa melakukannya lain waktu,” ucap Kaizo sekali lagi, seolah dia tau aku sedang memikirkan itu.

Lihat selengkapnya