Seperti Yang Aku Tulis: I Know Everything Vol 2

Arjun
Chapter #12

[Hari Ke-enam] Bagian Kedua

Kami berdua sekali lagi berjalan-jalan menyusuri kota ini.

Melihat setiap gerak-gerik dari penjaga dan apa yang mereka lakukan.


Warga disini juga masih beraktivitas seperti biasa, seolah tidak ada hal buruk yang terjadi di kota mereka.


Sedikit aneh sih, biasanya orang-orang paranoid ga sih kalo di kota mereka ada penjaga sekebon gitu?


“Btw, Ser. Lu ketemu orang kayak rubah itu darimana?” tanya Hugo sambil berjalan.


Aku sempat menolehkan kepala sesaat, sebelum menjawab, “Jauh dari sini sih, ada di fasilitas yang sekitarnya ada hutan lebat.”


“Kayak yang kamu bilang, dia spesimen,” ucapku sekali lagi.


Hugo menaruh tangannya ke saku hoodie.

“Yang bener? Kayaknya ga ada sesuatu yang spesial dari dia deh.”


Aku yang mendengar itu secara refleks memegang leherku sendiri, kemudian mengelusnya lembut.

“Kalo kamu jadi aku sih. Mending gausah,”


Saat kami melanjutkan perjalanan menuju penginapan.

Aku melihat salah satu penjaga yang… Cukup familiar di mataku. Di salah satu bangunan kota.


Kamu ingat dengan penjaga yang menembak dan hampir mengenai kepalaku?

Kegelapan kemarin membuatku tidak bisa melihat jelas wujudnya seperti apa.

Yang aku ingat hanyalah kacamata hitam yang menutup matanya.


Penjaga itu mengenakan pakaian biasa.

Jas hitam yang menutupi bagian atas sampai mata kaki. Juga pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya, begitupun kacamata yang mirip dengan apa yang aku lihat kemarin malam.


Pandanganku tertuju ke orang itu cukup lama.

Sampai disaat aku mengedipkan mata.


…

Bangunan kota tadi telah kehilangan orangnya.

Seolah memang tidak ada orang dari tadi.


Aku sontak menghentikan langkahku dengan mata yang mendelik cukup lebar.


Hugo ikut menghentikan langkah, sembari memanggil namaku beberapa kali,

“Ser, Sera. Kayaknya kita di begal nih.”


Aku menolehkan kepala ke wajahnya.

“Maksudmu apa?”


Hugo tidak memberikan jawaban.

Bibirnya mencibir ke depan, seperti menunjuk sesuatu tanpa mengeluarkan jari.


Aku membelokkan kepala ke arah bibirnya tertuju.


…

Lihat selengkapnya