“Ah, seru banget hari ini!” Selo mengangkat kedua lengan untuk peregangan begitu dia dan yang lain mencapai beranda wisma kembali setelah seharian trip. “Pengen mandi! Terus langsung tidur!”
“Makan malam dulu, Sel. Jangan lupa,” tambah Aresta. “Kalau langsung tidur, yang ada tenaga lu gak cukup buat trip besok.”
“Aura! Nanti kita bikin teh, yuk?” Gita melompat kecil dengan ceria, lalu memeluk lengan Aura. “Khusus buat cewek-cewek, yang cowok-cowok gak usah di ajak!” katanya dengan bercanda.
Aresta dan Louis kompak menggelengkan kepala. Sementara itu, Selo pura-pura tersinggung dan tersakiti, “Oh, gitu…? Main geng-gengan gitu sekarang? Jahat banget yang cowok-cowok ini gak ditemenin.”
“Biarin!” seru Gita dengan tengil.
Aura sendiri hanya menghela napas tipis. Lama-kelamaan dia mulai kebal dengan semua eksentrik di rombongan ini. “Ada-ada aja kalian semua….”
Louis tertawa kecil, kemudian dia menyadari seseorang berjalan ke arah wisma. “Loh, Eddy? Mampir lagi?”
Eddy belum-belum sudah memamerkan senyuman lebar khasnya. “Baru pulang trip? Ke kafe, yuk! Ada kafe yang pemandangannya bagus banget di sini! Aku jamin kau semua gak ada yang kecewa!”
Mereka berlima memandang satu sama lain, kemudian mengangguk setuju. Malam itu, selepas mandi dan ganti baju, mereka tidak langsung istirahat di wisma, melainkan cabut lagi untuk menuju kafe yang dimaksud oleh Eddy.
Lokasinya tak terlalu jauh, masih di daerah pesisir dan hanya berjarak beberapa meter dari wisma. Pemandangannya menghadap langsung ke arah pantai dengan pohon-pohon kelapa, lautan luas yang gemerlap, serta langit malam yang membelai dengan penuh kasih sayang.
Eddy melangkah paling awal memasuki kafe. Tempat itu sederhana, tetapi nyaman. Aksen dinding dan furnitur berwarna cokelat yang memberi kesan lembut dan manis. Musik tenang melantun perlahan dari pengeras suara di sudut. Meja dan kursi dari kayu dengan gaya 1980-an tetapi dipoles sehingga lebih menarik. Eddy langsung memeriksa sekitar. “Yah, meja panjangnya habis. Duduk mencar-mencar gak apa-apa, ya?”
“Aman aja,” sahut Aresta mewakili.