Serangkai Bunga Mei Hwa

Eva Cristine Ronauli
Chapter #6

Jika Teratai Kembali Mekar

Tengah malam setelah pulang dari gedung pernikahan dan berada di kamarnya sendiri adalah waktu dan tempat yang cukup pas untuk membaca kertas merah pemberian Kakek Lay. Kertas tersebut masih terasa basah ketika disentuh, namun sama sekali tidak berair. Kertas tersebut terlipat menjadi 4 bagian, menyembunyikan apa pun tulisan dibaliknya dengan cukup baik. Di bagian luarnya terdapat goresan aksara mandarin kuno: 若莲再开(Ruò Lián Zài Kāi) yang artinya Jika Teratai Kembali Mekar.

Kata-kata tersebut seperti sebuah judul. Tapi judul untuk apa? Hen Li pun membuka lipatan kertas itu.


荷影照幽水,残灯听晚风。

Hé yǐng zhào yōu shuǐ, cán dēng tīng wǎn fēng.

Bayangan teratai memantul di air sunyi, lentera redup mendengar angin malam.


一瓣开生路,孤魂渡旧梦。

Yī bàn kāi shēng lù, gū hún dù jiù mèng.

Satu kelopak membuka jalan kehidupan, arwah sepi menyeberangi mimpi lama.


月白人何在,烟深语未终。

Yuè bái rén hé zài, yān shēn yǔ wèi zhōng.

Bulan pucat, entah di mana orang itu kini, kabut terlalu dalam hingga kata-kata belum selesai.


Lihat selengkapnya