"Honey, kamu tidak mau kuliah 'kah?" tanya Huang Lisa. Ia sedang mengunjungi Mei-Mei Florist. Tujuan awalnya adalah bermain dan bergosip bersama Mei Fang. Tetapi sahabatnya malah membuatnya turut membantu pekerjaan di sana. Mereka bersama-sama merangkai bunga dalam bentuk buket-buket beragam ukuran. "Selagi umur kamu masih 21 tahun, Honey."
Mei Fang tidak langsung menjawab. Ia fokus menata bunga Sedap Malam dan menghidu aromanya. Manis dan lembut.
"Aku akan kuliah setelah janjiku selesai, Lisa."
"Janji? Janji sama siapa?" tanya Lisa penasaran. Tanpa sadar, tangkai-tangkai bunga di jemarinya turun.
"Seseorang yang sangat penting." Mei Fang menjawab sambil tetap fokus memotong-motong tangkai bunga agar tampak rapi.
Lisa cemberut. "Kamu sekarang main rahasia-rahasiaan denganku ya, Honey. Kayaknya semenjak ada sepupu jauh kamu itu deh." Ia kembali menata bunga ke dalam kertas buket dengan penuh sebal.
"Kamu sendiri, bagaimana kabar kuliahmu?"
"Aku sudah tahu mau skripsian tentang apa, Honey."
"Apa?"
"Danau garam di Tasitolu."
"Wow?" Akhirnya Mei Fang terpikat hal yang lain. Ia menyimpan guntingnya di dompet kulit khusus peralatan toko lalu mendekati Lisa. "Ceritakan padaku gambaran skripsimu." Matanya berbinar-binar.
Lisa tersenyum penuh kemenangan. Akhirnya sahabatnya memilih dirinya daripada bunga Sedap Malam. "Honey, kamu tahu danau di Tasitolu? Warna airnya kadang berubah jadi merah. Aku udah baca jurnal, cek data satelit ... tapi nggak ada yang bisa jelasin."
"Jadi, kamu akan jadi orang pertama dong, Lisa! Keren banget!"
Lisa mengangkat dagunya sedikit. "Jelas! Huang Lisa!" katanya dengan nada bangga.
"Sebenarnya Nainai lagi liburan ke Tasitolu, Lisa." Ada sedikit keraguan ketika Mei Fang memberitahunya.
"Serius? Tasitolu 'kan cagar alam yang dilindungi. Nainai menginap dimana? Dan ... perizinan dari mana?" tanya Lisa penuh selidik. Menurutnya, seorang perempuan berumur 70 tahunan berlibur sendirian ke sebuah cagar alam bukanlah hal yang normal.
Mei Fang mengangkat bahu. "Aku tidak tahu detailnya. Tapi Nainai pernah bilang kalau ia kenal dengan penjaganya."