Serangkai Bunga Mei Hwa

Eva Cristine Ronauli
Chapter #27

Kenangan di Kebun Ray Mean

Pemuda itu terhuyung-huyung, berjalan kaki sendirian di siang bolong menuju kebun Apek Martin di Ray Mean. Berbekal petunjuk dari Kakek Lay, akhirnya ia sampai dengan bersusah payah di kebun seluas lapangan bola tersebut. Dari kejauhan ia melihat Jose yang melambai-lambaikan tangannya, menyambutnya.

"Dari mana saja kamu?" tanya Jose.

"Ada di rumah. Maaf ya karena tiba-tiba menghilang seharian."

"Tidak apa-apa. Yuk, Apek Martin sudah menunggumu."

"Dimana dia?"

"Kayaknya lagi di dalam rumah tanaman. Lagi bareng Mei Fang."

"Mei Fang? Dia ada di sini?"

"Iya, dia sudah ada di sini dari pagi."

Hen Li terdiam, tidak tahu harus membalas apa. Kakek Lay bilang kalau kemarin dia tidak datang ke klenteng. Padahal ia hanya beberapa jam saja membuat Tiga Daun Selatan, tapi ternyata itu terhitung seharian. Ia menggeleng-geleng, tidak habis pikir dengan rotasi jam yang aneh.

"Buat apa Mei Fang datang?" Mereka berjalan beriringan menuju rumah tanaman. Sebuah bangunan dengan terpal transparan di sekelilingnya.

"Buat apa lagi? Untuk merangkai buket bunga." Jose tersenyum. "Bunga yang kita panen dan bersihkan akan Mei Fang jadikan buket-buket bunga yang cantik. Berwarna-warni."

Benar juga. Hen Li hampir-hampir lupa kalau Mei Fang itu tukang bunga dan ia tinggal di toko bunga bernama Mei-Mei Florist. Kalau begitu ... beberapa hari ke depan ia akan lebih sering bersama gadis itu. Ya, walaupun di rumah mereka bertemu, namun aktivitas bersama tidak selalu ada karena kesibukan masing-masing. Terakhir kali mereka bersama, waktu Lisa menghilang di Danau Tasitolu.

Lihat selengkapnya