Serangkai Bunga Mei Hwa

Eva Cristine Ronauli
Chapter #30

Persidangan dan Penebusan

Hen Li tiba di Mei-Mei Florist sekitar pukul 5 sore. Ketika ia masuk, di ruang berkumpul sudah ada Mei Fang dan Nenek Jiu dengan teko dan tiga gelas berisi teh hitam. Mereka berdua seperti sudah menunggu dirinya pulang. Mei Fang memberi isyarat untuk duduk dekat meja.

Tidak ada yang berani bersuara pertama, baik Hen Li maupun Mei Fang. Mereka berdua saling lirik dan menunggu Nenek Jiu memecah kesunyian. Namun sang wanita tua tampak termenung dalam pikirannya sendiri sambil menyesap teh beberapa kali.

Ingin sekali Hen Li mengajak Mei Fang berbincang, tapi ia menggigit bibirnya untuk menahan diri. Padahal ia sedang bergembira, namun ternyata tidak bisa langsung diungkapkannya. Ia menoleh ke gadis muda itu lagi, ia sudah tidak ada di tempatnya. Ke mana Mei Fang? Dapurkah?

"Hen Li. Aku ingin bicara." Suara Nenek Jiu terdengar lebih dalam sejak terakhir ia bertemu dengannya.

"Ya, Nenek?" Ia sedikit mendekat. Harap-harap, gestur tersebut secara tidak langsung dapat melunakkan hati sang nenek.

"Apa yang kamu ambil dari kamarku?"

Ah, ini dia. Hen Li tidak begitu kaget kalau tindakannya tersebut diketahui oleh Nenek Jiu. Ia sudah mempersiapkan diri. Mau bagaimana pun, ini adalah kesalahannya yang berusaha melanggar peraturan 100 hari.

"Bunga teratai."

"Lalu, kamu berhasil membuatnya?" Hen Li mengangguk. "Kamu menggunakannya?" Hen Li menggeleng. "Bagus."

Kini pemuda tersebut tahu mengapa ia tidak boleh melanggar peraturan tersebut. Baik Nenek Jiu, Kakek Lay, dan Mei Fang bisa kena getahnya. Mereka bertiga sudah membuat perjanjian ikatan darah yang tidak boleh dilanggar.

"Bagaimana Nenek bisa tahu kalau aku masuk ke kamar?" tanyanya penasaran.

"Kekuatan Resonansi Batinku memang berkurang ... tapi aku memakai cara lain untuk menutupi kekuranganku."

"Apa jangan-jangan ... baskom air itu?"

"Tepat sekali."

Lihat selengkapnya