
"Kala itu sang Pangeran tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Segala asumsi tidak mendasar yang disudutkan pada sang Pangeran semakin tersebar luas sampai ke luar istana."
"Kenapa Pangeran tidak membela diri?"
"Tidak ada yang berpihak padanya bahkan setelah mendengar penjelasan rasional sekali pun."
"Apakah mereka yang di istana takut untuk berada di sisi Pangeran?"
"Apa kita bisa menyimpulkan seperti itu? Hmm ... mereka tidak cukup posisi untuk membantah selir utama sebagai pihak yang dipercayai oleh Raja saat itu."
"Ratu baik hati sudah meninggalkan sang Pangeran, lalu Raja bahkan tidak mempercayainya. Lantas Pangeran akan menyerah begitu saja, Bi?"
"Menurutmu? Eumh ..., apa yang akan Kaeri lakukan jika berada di kondisi yang sama dengan sang Pangeran?"
"Tentu saja aku tidak akan menyerah! Aku akan terus mengungkapkan kebenaran yang sebenarnya! Fitnahan itu hanyalah rekayasa, 'kan, Bi? Itu tidak bisa dibiarkan!"
"Benar, kau selalu menjadi Kaeri yang pemberani. Itu bagus! Tapi jika kau ingin mengetahui kelanjutannya, kau harus segara tidur dan menjemput hari esok. Bibi akan menceritakan kembali sebelum Kaeri tertidur!"
"Eumh!"
"—tapi, Bi! Lihat saja! Aku akan menyelamatkan Pangeran! Aku akan menjadi sosok yang bisa membuat Pangeran kembali berbahagia, aku akan menemani Pangeran seperti yang Ratu lakukan!"