Blurb
Di bawah temaram senja Sungai Musi dan megahnya Jembatan Ampera, Arkan dan Samaira mengikat janji. Namun, cinta yang tulus sering kali berbenturan dengan kejamnya realitas. Demi memantaskan diri dan membawa kepastian, Arkan memilih pergi merantau ke ibu kota, meninggalkan Samaira dalam dekap penantian yang panjang.
Tiga tahun bukan waktu yang singkat. Alih-alih kesuksesan yang dijemput, Arkan justru terjebak dalam lingkaran penyesalan, kerasnya hidup, dan ambisi buta yang menggerogoti harga dirinya hingga jatuh sakit di sebuah petak kontrakan sempit.
Ketika kabar buruk itu sampai di tanah Palembang, Samaira menolak untuk sekadar menunggu dalam diam. Berbekal restu sang ayah dan kenekatan yang lahir dari cinta tanpa syarat, ia melangkah meninggalkan kampung halaman, menerjang rimba beton ibu kota demi menemukan dan menyelamatkan lelaki yang bertahta di hatinya.
Sebuah kisah tentang rindu yang basah, runtuhnya ego seorang lelaki, dan perjalanan panjang untuk menyadari bahwa rumah sejati bukanlah harta, melainkan pelukan seseorang yang menunggu kepulangan kita.