Serpihan Surga

Oleh: Bobby Mahmud

Blurb

Di Tumbang Lunuk, kemarau tahun ini datang dengan bau yang aneh.

Ayu, sebelas tahun, mencatat setiap batuk adiknya di buku tulis biru. Haji Samad, penjaga Rimba Bahalap, masih menuntun anak-anak menyusuri hutan untuk menunjukkan tujuh serpihan surga: sebuah pohon yang menyala oleh kunang-kunang, telaga yang tak pernah kering, seekor induk dan anaknya.

Lalu Rangga, relawan pemadam, tiba dengan kamera dan rahasia tentang ayahnya sendiri. Ia melihat apa yang tidak mau dilihat orang dewasa: api yang berbaris lurus seperti upacara.

Ketika api mengepung desa, seorang buruh harus memilih antara amplop tebal dan nuraninya, seorang pedagang terlalu lama diam, dan hutan menitipkan suaranya pada siapa pun yang masih sempat bernapas.

Enam serpihan sudah ada sebelum kita lahir. Yang ketujuh harus kita tanam.

Lihat selengkapnya