Setahun Terindah Bersamamu

Risna Dabliyuti
Chapter #1

Prolog


 

Rana Audina tidak percaya pada pernikahan setelah dia menyaksikan sendiri kehidupan sang Mama yang hancur oleh pengkhianatan cinta. Ia baru dua puluh tujuh tahun, tapi sudah memutuskan untuk tidak menikah selamanya.

Namun takdir berkata lain. Pagi ini ia terbangun sebagai perempuan single yang mapan. Tetapi menjelang siang, dia menjadi istri mahasiswa magang yang belum menyelesaikan skripsinya.

***

Rana menggeliat, matanya menatap langit-langit, lalu menguap. Ia belum benar-benar terbangun utuh, namun sadar kalau dia tertidur di sofa. Kepalanya terasa sedikit berat. Sisa kantuk masih ada. Saat ia hampir memejamkan mata lagi, ia mendengar suara. Suara itulah yang sebenarnya membuatnya terjaga tadi.

Ketukan di pintu. Ah lebih tepat gedoran di pintu.

Ia meluruskan kaki, lalu menekuk lutut sedikit, turun dari sofa, ketika ia mendengar teriakan kesakitan.

“Aduh ...!”

Rana menginjak sesuatu yang besar. Bukan sesuatu, tetapi seseorang.

“Siapa?” Rana melompat, nyaris terjatuh ke lantai yang beralas karpet tebal.

“Jati? Astaga!” Rana menutup mulutnya.

Sementara suara gedoran di pintu kian kuat, tak sabar.

“Kamu, kenapa tidur di sini?” tanya Rana dengan suara bergetar. Ia melihat Jati memegang perutnya yang tadi hampir terinjak kaki Rana, atau mungkin sudah.

“Saya....”

 Yang ditanya masih bingung, melihat ke sekeliling. Tampak gitar yang tergeletak begitu saja. Meja yang masih penuh dengan sisa makanan tadi malam; kotak pizza, kotak martabak, gelas kopi bekas, dan....

Ketukan di pintu kian keras.

“Ya! Tunggu! Tunggu!”

Lihat selengkapnya