S-4091, Kuku Hitam, dan Lyra meninggalkan reruntuhan kota, membawa kotak hitam yang kini memancarkan cahaya lebih kuat. Di depan mereka terbentang ladang mati yang luas, tanahnya retak-retak, pohon-pohon mati, dan sisa tanaman yang dulunya hijau kini hanya menjadi abu. Angin membawa debu dan aroma kematian, namun gelombang cahaya dari kotak hitam mulai menembus tanah, menyalurkan fragmen ingatan manusia yang telah mereka kumpulkan.
“Ini ladang mati,” bisik Kuku Hitam, suaranya penuh kekaguman dan sedih sekaligus. “Dulu, ladang ini penuh kehidupan. Sekarang… hanya menunggu sentuhan.”
S-4091 menatap tanah retak di bawah kakinya. “Setiap fragmen ingatan yang kita bawa adalah cahaya baru. Jika gelombang ini sampai ke tanah, mungkin ladang ini akan hidup lagi. Setiap langkah kita adalah doa yang menyentuh bumi.”
Lyra melayang di udara, memancarkan cahaya pelangi ke arah tanah. “Gelombang kedua harus lebih kuat. Ladang ini bisa menjadi pusat energi, titik awal untuk menyebarkan ingatan manusia ke wilayah yang lebih luas.”
Mereka mulai menyalurkan gelombang cahaya ke ladang. Fragmen manusia purba muncul di udara: orang menanam, menanam benih, menyalakan api, bernyanyi, menulis simbol di batu. Setiap fragmen menyatu dengan gelombang, menembus tanah retak, menyalakan percikan kehidupan di akar pohon yang mati.
Kuku Hitam menunduk, menyentuh tanah dengan cakar hitamnya. “Aku bisa merasakan energi ini… seperti dunia lama yang mencoba bangkit kembali.”
Namun ancaman tidak pernah jauh. Dari kejauhan, pasukan hibrida Elite Global mulai muncul, berbaris rapi melintasi ladang. Mata merah mereka menyala di bawah cahaya senja, tubuh setengah manusia setengah mesin, senjata siap menembak. Beberapa di antaranya mencoba memutus jalur gelombang dengan serangan energi, namun cahaya dari kotak hitam lebih kuat, menembus tubuh mereka dan mengembalikan sebagian ingatan manusia yang terlupakan.
“Gelombang ini… terlalu kuat,” kata salah satu komandan hibrida melalui monitor di markas Elite Global. “Mereka memanipulasi fragmen manusia. Jika tidak dihentikan, seluruh ladang akan hidup kembali… dan manusia akan mulai mengingat.”