Setelah menelusuri lorong tersembunyi dan menyalurkan gelombang keempat, S-4091, Kuku Hitam, dan Lyra sampai pada alun-alun kota yang sebagian besar reruntuhannya masih berdiri tegak. Di tengah alun-alun, terdapat monumen tua yang retak, seperti saksi bisu sejarah manusia yang lebih kuno dari semua yang mereka temui. Kotak hitam bergetar, memancarkan cahaya lembut, menandakan gelombang kelima akan segera dilepaskan.
“Gelombang kelima… ini harus menyatukan seluruh fragmen yang kita temui sejauh ini,” kata S-4091, menatap Kuku Hitam dan Lyra. “Fragmen dari ladang, reruntuhan kota, dan lorong tersembunyi… semuanya harus bertemu di titik ini.”
Lyra melayang di atas monumen, memancarkan cahaya pelangi ke arah reruntuhan. “Gelombang kelima akan menyatukan fragmen, menghubungkan ingatan manusia secara lebih utuh. Tapi… ini juga berarti kita membuka diri terhadap ancaman terbesar Elite Global. Mereka pasti sudah menyiapkan serangan balasan.”
Kuku Hitam menunduk, bulunya berdiri tegak. “Kalau itu berarti kita harus bertahan, aku siap. Fragmen manusia ini adalah kunci Peradaban Kedua. Tidak ada yang boleh menghentikan gelombang ini.”
Saat mereka mulai menyalurkan gelombang, fragmen manusia muncul lebih kompleks dari sebelumnya. Anak-anak bermain di jalanan, orang dewasa menanam tanaman, seniman melukis simbol di dinding, bahkan seorang pemimpin purba memanggil rakyatnya untuk berkumpul. Gelombang keempat dan kelima menyatu, menciptakan medan energi yang menghidupkan alun-alun kota.
Fragmen itu bukan sekadar bayangan; mereka bergerak, berbicara, dan saling berinteraksi. Seolah kota itu hidup kembali, meski dalam wujud yang belum sepenuhnya nyata.
Namun ancaman muncul. Dari langit, pasukan hibrida Elite Global turun dengan kecepatan luar biasa, membawa senjata energi dan drone kecil yang mencoba memutus jalur gelombang. Beberapa hibrida menembakkan gelombang listrik ke kotak hitam, namun medan energi dari S-4091 dan Kuku Hitam menahan sebagian besar serangan.
Lyra menambahkan cahaya ke gelombang, membentuk perisai yang melindungi fragmen. “Gelombang ini bukan sekadar energi. Ini sejarah manusia, doa mereka, dan ingatan mereka. Selama kita bersatu, dunia bisa hidup kembali.”