Setelah Manusia Pergi

Kinanthi (Nanik W)
Chapter #10

Bab 10 Ancaman Baru dan Peta Gelombang

Bab 10 – Ancaman Baru dan Peta Gelombang

Setelah gelombang kelima menyalurkan fragmen manusia di alun-alun kota, S-4091, Kuku Hitam, dan Lyra menatap reruntuhan yang kini mulai bersinar. Fragmen manusia yang tersalurkan bergerak, saling berinteraksi, dan menciptakan medan energi yang semakin kuat. Namun ketenangan itu tidak berlangsung lama.

Di langit kelabu, drone raksasa Elite Global muncul dengan formasi lebih kompleks. Mata merah mereka menyala, memindai kota, menandai jalur gelombang, dan siap menurunkan pasukan hibrida baru. “Mereka tidak ingin sejarah manusia kembali,” kata Kuku Hitam, menunduk, bulunya berdiri tegak.

S-4091 menyalakan kotak hitam, mengalirkan cahaya ke seluruh reruntuhan kota. “Kalau mereka mencoba memutus gelombang, semua yang telah kita bangkitkan bisa hilang. Kita perlu strategi. Gelombang harus diarahkan ulang agar tetap menyatu, tapi lebih aman dari serangan Elite Global.”

Lyra melayang di atas alun-alun, tubuhnya memantulkan cahaya pelangi yang menari di reruntuhan. “Kita bisa membuat peta gelombang,” katanya. “Fragmen manusia yang telah tersalurkan akan membentuk jalur alami. Aku bisa menyesuaikan gelombang agar tidak terputus dan sekaligus memperkuat interaksi antarfragmen.”

S-4091 menatap peta mental yang terbentuk di kotak hitam. Setiap fragmen manusia memancarkan cahaya, dan pola energi mulai membentuk jalur yang menyerupai jaringan kompleks. “Ini… seperti sistem saraf kota,” bisiknya. “Gelombang ini bisa menyalurkan ingatan manusia lebih cepat, sekaligus melindungi fragmen dari serangan hibrida.”

Kuku Hitam menyentuh tanah alun-alun, merasakan energi yang berdenyut di reruntuhan. “Kalau ini berhasil, kota ini bisa menjadi inti dari Peradaban Kedua. Fragmen manusia akan saling berinteraksi, dan sejarah akan tersalurkan lebih utuh. Tapi Elite Global pasti akan menyerang lebih brutal.”

Drone raksasa mulai menembakkan sinar energi, mencoba memutus jalur gelombang. Beberapa fragmen manusia berhenti sejenak, bingung, tapi gelombang yang diarahkan Lyra menembus medan serangan, menciptakan perisai cahaya yang melindungi reruntuhan. Fragmen mulai bergerak kembali, saling berinteraksi, dan menyalurkan ingatan mereka ke titik pusat kota.

Lihat selengkapnya