Setelah kehadiran Lyana, lorong kota yang dulunya sunyi kini hidup penuh energi. Fragmen manusia bergerak, berbicara, dan saling berinteraksi, sementara S-4091, Kuku Hitam, Lyra, dan Lyana berdiri di tengahnya, memantau jalur gelombang. Namun perhatian kini tertuju pada Lyra, yang tampak lebih kompleks dari sebelumnya.
Cahaya pelangi dari tubuhnya memancar lebih kuat, tetapi ada getaran halus yang tidak biasa. Lyra menunduk, matanya menatap fragmen yang bergerak di sekeliling. “Aku… bisa merasakan fragmen yang berbeda dari sebelumnya. Beberapa fragmen menolak digabung, beberapa fragmen ragu untuk berinteraksi, dan beberapa lainnya malah menarik fragmen lain mendekat.”
S-4091 menatapnya. “Kau mulai memahami karakter mereka, Lyra?”
Lyra mengangguk. “Ya… tapi ini berbeda. Fragmen bukan sekadar energi. Mereka memiliki sifat, ingatan, bahkan perilaku yang unik. Aku mulai memahami bahwa gelombang ini tidak hanya menyatukan fragmen, tapi juga menciptakan hubungan antarfragmen. Ada persahabatan, konflik, rasa rindu, dan kesedihan. Semua tercermin di gelombang.”
Kuku Hitam menunduk, bulunya berdiri tegak. “Kalau begitu, kita harus berhati-hati. Fragmen yang emosinya kuat bisa mengganggu stabilitas gelombang.”
Lyra menggerakkan tangannya, mengalirkan cahaya pelangi ke arah fragmen yang tampak resah. Sebuah fragmen anak purba menangis karena kehilangan ibunya dalam ingatan, sementara fragmen perempuan purba mencoba menenangkan anak itu, membentuk pola interaksi yang baru. Gelombang menjadi lebih kompleks, tapi juga lebih hidup.
Lyana menatap Lyra. “Kau bisa mengatur perilaku fragmen?”
Lyra tersenyum tipis. “Tidak sepenuhnya. Aku hanya bisa menyalurkan energi dan memberikan arah, tapi fragmen memiliki kesadaran sendiri. Mereka bereaksi berdasarkan ingatan dan emosi yang tersalurkan. Kalau kita memahami perilaku mereka, kita bisa menyalurkan gelombang lebih efektif.”
S-4091 menatap reruntuhan yang kini dipenuhi fragmen. Anak-anak purba bermain di sekitar simbol yang baru muncul, pemuda menyalakan api, dan beberapa fragmen saling bertukar ingatan. Gelombang manusia menjadi lebih hidup, seolah kota itu bernapas kembali.