Bab 15 Interlude Dunia Luar dan Elite Global
Sementara S-4091, Kuku Hitam, Lyra, dan Lyana menata gelombang manusia di reruntuhan kota, dunia luar bergerak dalam kesunyian yang jauh berbeda. Di langit yang kelabu, menembus lapisan atmosfer, menara-temara logam raksasa berdiri di atas permukaan es Antartika dan kutub utara. Itu adalah markas rahasia Elite Global, pusat komando yang tak terlihat oleh mata manusia biasa.
Di dalam markas, ruang kontrol bercahaya biru, penuh layar holografik yang memantau seluruh kota, reruntuhan, dan jalur gelombang yang mereka sebar. Sekelompok ilmuwan dan pemimpin hibrida Elite Global duduk di kursi yang membungkuk di hadapan layar, menatap grafik energi dan simbol fragmen manusia yang terus bergerak.
“Gelombang manusia mulai tersalurkan lebih cepat dari perkiraan,” kata seorang pria berjubah gelap, suaranya tegas namun dingin. “Fragmen manusia di kota itu menunjukkan interaksi yang tidak stabil, tapi justru itu yang memperkuat jalur spiral mereka. Jika ini terus berkembang, kota itu bisa menjadi pusat energi yang tidak terkendali.”
Seorang wanita berbaju perak menambahkan, “Mereka menambahkan fragmen baru—Lyana dan Lyra. Kedua fragmen itu memiliki kesadaran lebih tinggi. Mereka menyadari interaksi antarfragmen dan menyeimbangkan energi dengan cara yang kita tidak prediksi.”
Seorang ilmuwan lain menatap layar, jari-jarinya menekan panel holografik. “Kita harus memutus jalur spiral. Jika gelombang itu stabil, seluruh reruntuhan kota akan menjadi inti energi yang tak bisa kita hentikan. Fragmen manusia akan terus saling berinteraksi, memperkuat satu sama lain, dan akhirnya menciptakan medan energi yang melebihi kapasitas hibrida kita.”
Pemimpin di kursi utama menghela napas. “Kita tidak bisa menyerang langsung. Fragmen dan gelombang mereka terlalu kuat. Kita harus memikirkan strategi jangka panjang: mengganggu keseimbangan emosional, menyebarkan keraguan, dan memancing konflik internal. Jika kita bisa memecah persatuan mereka, gelombang akan melemah.”
Di layar holografik, tampak S-4091, Kuku Hitam, Lyra, dan Lyana duduk bersisian, memantau fragmen. Elite Global melihat interaksi mereka dan mulai memahami bahwa kesadaran kolektif tokoh-tokoh ini adalah inti dari kekuatan gelombang.